hut

Siswa SMP/MTs di Banyumas Mulai UN

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Sebanyak 24.126 siswa SMP/MTs di Kabupaten Banyumas, mulai mengikuti Ujian Nasional (UN), mulai Senin hingga Kamis (22-25/4).

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Agus Wahidin, menjelaskan, UN dilaksanakan secara serentak dan pada hari pertama ini, semua berjalan lancar. Peserta UN terdiri dari siswa laki-laki 12.168 anak dan perempuan 11.958 anak.

“Hari pertama semua lancar, tidak ada kendala yang berarti,” kata Agus, Senin (22/4/2019).

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas,  Agus Wahidin. -Foto: Hermiana E. Effendi

Agus Wahidin juga menjelaskan, untuk tahun ini ada dua model pelaksanaan UN jenjang SMP/MTs di Kabupaten Banyumas, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Dari total jumlah SMP/MTs, sebanyak 156 sekolah, 24 sekolah di antaranya masih melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil. Sekolah yang masih menggelar ujian berbasis kertas pensil tersebut, tidak hanya berasal dari sekolah swasta, tetapi ada pula yang sekolah negeri. Dan, jumlah peserta didik yang mengikuti ujian berbasis kertas pensil tahun ini mencapai sekitar 2.000 anak.

“Tahun ini, sekolah yang masih menerapkan ujian berbasis kertas pensil masih cukup banyak, karena memang belum siap secara infrastruktur, khususnya jumlah komputer yang mencukupi,” terangnya.

Secara umum, teknis pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas dan pensil hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya.  Naskah soal langsung dikirim dari Semarang, Jawa Tengah.

Dalam proses pengiriman naskah soal tersebut, tetap mendapatkan pengawalan, baik dari petugas maupun aparat kepolisian.  Sebab, hal tersebut sudah menjadi prosedur tetap yang harus dijalankan.

Disinggung tentang jumlah sekolah yang masih menumpang dalam pelaksanaan UNBK, Agus menyatakan jumlahnya masih cukup banyak. Dari data Dindik Banyumas, sebanyak 71 sekolah masih menumpang di satuan pendidikan lain dalam pelaksanaan ujian.

”Kategori sekolah yang menggelar UNBK secara mandiri, bila sekolah itu dalam penyelenggaraan ujiannya menggunakan server sendiri, meskipun perangkat komputer yang dipakai ujian, meminjam,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!