“Spathiphyllum”, Si Putih Penghisap Polutan

Editor: Mahadeva

Spathiphyllum koleksi Nursery Taman Buah Mekarsari  - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Polusi merupakan permasalahan udara yang jamak ditemui di perkotaan. Terutama daerah yang berada di pusat industri.

Tapi kehadiran Spathiphyllum, atau lebih dikenal dengan nama Lily perdamaian, bisa menjadi solusi. Penelitian yang dilakukan NASA Clean Air menyebut, bunga Spathiphyllum atau Spath mampu membersihkan udara dari kandungan benzena dan formaldehida. Tercatat, Spathiphyllum, mampu menyerap hingga 87 persen polusi. Untuk satu tanaman berukuran 3 x 3 meter.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menyebut Spathiphyllum memiliki bentuk yang cantik. Sehingga banyak pecinta tanaman yang mengkoleksinya sebagai tanaman hias indoor.  “Spathiphyllum memiliki daun lebat berwarna hijau tua. Dan bunganya berwarna putih dengan kelopak yang lebar. Komposisi ini sangat kontras, sehingga menimbulkan efek indah,” kata Sodikin, di area Nursery Taman Buah Mekarsari,  Kamis (25/4/2019).

Tangkai bunga tumbuh langsung dari dasar tanaman. Dan tangkainya memiliki ketinggian yang lebih dibandingkan daunnya. Sehingga bunga tetap terlihat mencolok di tengah-tengah rimbunnya daun.

“Dari dasar bunga, tepat di tengah kelopak bunga, akan muncul kepala putik yang berbentuk lonjong dengan bintul-bintul kecil di permukaan kepala putik,” papar Sodikin, sambil menunjukkan bunga Spathiphyllum yang ditanam di area Nursery.

Daun Spathiphyllum berbentuk lebar dan memanjang. Garis daun berwarna lebih gelap, tapi jika dipegang terasa halus. “Panjang daun antara 12 hingga 65 sentimeter (cm). Sementara lebarnya antara 3 sampai 25 cm,” jelas Sodikin.

Yang menjadi alasan lain, pecinta tanaman menjadikan tanaman ini sebagai tanaman indoor adalah, tanaman ini juga tidak menyukai sinar matahari secara langsung.  Tanaman ini dapat dikembangbiakan dengan memisahkan rumpunnya jika sudah banyak.

Jika ditanam di pot, pemisahan dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Atau bisa juga dilakukan pemisahan rimpang akar. “Kalau di nursery, kami tanam di tanah. Karena tampilan menggerombolnya itu yang membuat cantik. Tapi terkadang, ada yang menjadikannya tanaman indoor, sehingga harus ditaruh di pot,” jelas Sodikin.

Media tanam Spath tidak boleh basah, hanya cukup lembab saja. Tetapi juga tidak boleh terlalu kering. “Kalau media tanamnya kering, biasanya nggak akan tumbuh bunga. Jadi penyiraman hanya dilakukan kalau media tanamnya kering,” ucap Sodikin.

Lihat juga...