Sumsel Terus Siaga Bencana Karhutla

Ilustrasi- Satgas Karhutla Seruyan melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan. (Foto Ant))

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus siaga terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau.

“Sumsel banyak terdapat hutan dan lahan gambut, bila musim kemarau rawan terbakar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Iriansyah, Senin (15/4/2019).

Oleh karena itu, kewaspadaan atas bencana tersebut harus selalu ditingkatkan. Hal itu untuk mencegah Sumsel tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti pada 2015. Di 2015, Sumsel dan provinsi lain mengalami kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar, sehingga menimbulkan kabut asap. Di musim panas, lahan gambut rawan terbakar. Kabupaten dan kota yang memiliki lahan gambut harus mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Sehubungan dengan itu, pihaknya terus mengawasi keberadaan titik api, terutama di daerah rawan terbakar, untuk mencegah tidak terjadi kabut asap, seperti empat tahun sebelumnya. Upaya yang dilakukan, diantaranya sosialisasi pencegahan karhutla., terutama di daerah-daerah yang rawan terbakar. Termasuk wilayah gambut, dan mengoptimalkan peranan BPBD kabupaten dan kota untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Selain itu, mengajak masyarakat untuk peduli terhadap hutan dan lahan. Ia mengatakan masyarakat harus diajak untuk menjaga lingkungan lahan dan hutan di sekitarnya agar tetap lestari. Mengenai daerah yang rawan terbakar di daerah itu, berdasarkan pengalaman sebelumnya, di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. “Hal ini karena daerah itu hutannya masih luas ditambah lagi areal gambut,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...