Tanggulangi Karhutla di Riau, Satgas Sudah Habiskan 19 Juta Liter Air

174
Karhutla, ilustrasi -Dok. CDN

PEKANBARU – Operasi pengeboman air menggunakan delapan unit helikopter, guna mengatasi titik-titik api di Riau, sudah menghabiskan total 19 juta liter air.

Jumlah tersebut, adalah yang digunakan oleh Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Riau di sepanjang 2019. “Penanggulangan karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh tim darat dan udara. Untuk operasi udara kurang lebih 19 juta liter air dikerahkan ke lokasi titik kebakaran melalui operasi pengeboman air,” kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger, Senin (15/4/2019).

Dua helikopter utama yang menjadi andalan Satgas Udara Karhutla, untuk membantu mengatasi sebaran titik-titik api di Riau adalah Kamov KA-32 dan Mi8-MTV. Total sebanyak 12,6 juta liter air diangkut kedua helikopter, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut di Riau.

Selain kedua armada tersebut, sejumlah helikopter lain, yang merupakan bantuan dari pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, hingga swasta, juga berkolaborasi. Mereka bersama-sama mengatasi karhutla.

Di sepanjang awal 2019 ini, karhutla sudah melanda 12 kabupaten dan kota di Riau. Artinya seluruh wilayah sudah terdampak karhutla. Secara keseluruhan, total terdapat 11 helikopter yang memperkuat Satgas Karhutla Riau.

Namun, tidak semuanya ditujukan melakukan operasi pengeboman air. Dari 11 unit helikopter, tiga diantaranya digunakan untuk patroli rutin, sementara delapan yang berukuran lebih besar dimanfaatkan untuk pengeboman air.

Satgas Udara Karhutla Riau, juga diperkuat dengan keberadaan pesawat Cassa 212 dan Cessna 152. Keduanya dimanfaatkan untuk kegiatan modifikasi cuaca. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan dengan menyebar garam ke awan potensial, dengan tujuan menghasilkan hujan buatan. “Untuk TMC total sudah dilakukan 54 kali penerbangan dengan 42 ton garam disebar ke langit,” ungkap Edwar.

Provinsi Riau mulai mengaktifkan Satgas Karhutla setelah menetapkan status siaga darurat sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang. TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Manggala Agni, BMKG, dan berbagai instansi lainnya bersatu padu melawan karhutla yang melanda sejak awal Januari lalu hingga hari ini.

Edwar menyebut, total ada 2.912 hektare lahan di provinsi Riau yang telah terbakar di 2019 ini. Kebakaran terluas terjadi di wilayah pesisir, seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, dan Siak. Selain itu, kebakaran juga melanda Kota Pekanbaru, Pelalawan, Rokan Hulu, Kampar, Inhil, Inhu dan Kuansing. (Ant)

Lihat juga...