Tari Massal Satu Arah Memeriahkan HUT ke-44 TMII

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pertunjukan tari dan musik kolosal Satu Arah, persembahan 350 penari Diklat Seni Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menghiasi Plaza Tugu Api Pancasila, Sabtu (20/4/2019) sore. 

Koreografer tari Satu Arah, Marvilindo Kito. Foto : Sri Sugiarti.

Gelaran tari massal ini, dalam rangkaian memeriahkan HUT ke-44 TMII, yang digagas FORSENI atau Forum Seni Diklat TMII. Para penari dengan ragam busana daerah, tampil memakau dalam balutan gerak tari tradisi berpadu kolaborasi modern menjadi Satu Arah, yakni pelestarian kebudayaan bangsa.

Dengan mengenakan busana beraneka warna, berhias asesoris khas daerah, mereka terlihat antusias bersama-sama menari Satu Arah. Gerak tangan dan tubuh mereka sangat lincah dan gemulai, serta sesekali berputar dengan arah memukau pengunjung yang menyaksikan.

Koreografer FORSENI, Marvilindo Kito, mengatakan, latihan persiapan tari Satu Arah waktunya sangat mepet. Jadwal latihan seminggu dua kali. Namun, dengan semangat melestarikan budaya daerah dalam harmonisasi Satu Arah, tarian massal ini tampil sukses pada puncak HUT ke-44 TMII.

Tari Satu Arah meriahkan HUT ke 44 TMII di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Sabtu (20/4/2019) sore. Foto: Sri Sugiarti

“Pagelaran tari massal ini sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagian, bahwa hidup adalah suatu fenomena yang terjerat dalam keduniawian dan alam gaib. Yang selalu berdampingan untuk menuju Satu Arah, maknanya kebersamaan,” jelas Eeng, demikian sapaan Marvilindo Kito, kepada Cendana News.

Dia berharap, dengan usia ke-44, TMII semakin sukses dalam pelestarian dan pelestarian seni budaya bangsa. Diharapkan pula ke depan, akan lebih banyak lagi seniman di TMII menyatu dalam harmoni seni.  “Harapan HUT TMII dengan Satu Arah ini tambah banyak lagi penari, agar lebih berwarna dalam pelestarian budaya bangsa,” pungkasnya.

Lihat juga...