Terapkan Pola Tanam Jajar Legowo, Peroleh Hasil Maksimal

Editor: Satmoko Budi Santoso

188

LAMPUNG – Petani padi di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) masih mempertahankan sistem penanaman padi dengan teknik jajar legowo.

Hendi, salah satu petani di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, menyebut, menerapkan sistem jajar legowo sejak lima tahun terakhir.

Jajar legowo disebut Hendi merupakan sistem penanaman padi dengan cara mengatur jarak antarbenih saat penanaman. Sistem tersebut menjadi salah satu cara petani di dalam upaya meningkatkan produktivitas padi.

Hendi, salah satu petani padi di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan menerapkan pola tanam padi jajar legowo – Foto: Henk Widi

Sebelumnya Hendi mengaku, menerapkan penanaman padi secara tradisional, tanpa pengaturan jarak tanam. Penanaman padi tanpa pengaturan jarak diakuinya mengakibatkan potensi munculnya organisme pengganggu tanaman (OPT) gulma rumput, hama tikus serta beberapa jenis hama lain.

Penanaman padi tanpa pengaturan jarak tanam bahkan cenderung rapat membuat perawatan lebih sulit terutama saat pembersihan gulma. Meski jumlah bibit ditanam dalam jumlah banyak, produksi padi tidak meningkat karena rumpun padi kurang berkembang.

Jenis padi varietas Muncul Cilamaya diakui Hendi, dominan dibudidayakan karena memiliki daya tahan pada genangan. Penerapan sistem jajar legowo bertujuan untuk peningkatan produksi ketika panen.

Saat proses penanaman sistem jajar legowo dalam satu petak bibit padi diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu petak lahan penanaman memiliki beberapa barisan kosong. Pola tersebut telah disosialisasikan oleh penyuluh pertanian kepada petani di wilayah tersebut.

“Awalnya petani belum menerapkan pola tanam secara tradisional karena  belum mengetahui manfaatnya. Setelah dilakukan pola tanam jajar legowo perawatan lebih mudah dengan hasil maksimal,” terang Hendi saat ditemui Cendana News, Senin (15/4/2019).

Penerapan pola tanam jajar legowo diakuinya merupakan rekomendasi dari penyuluh pertanian melalui paket pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Pola jajar legowo diakuinya memperhitungkan tanaman padi yang diatur jarak tanamnya bisa menghasilkan bulir padi yang lebih banyak.

Tanaman padi yang ditanam dengan sistem jajar legowo akan terlihat berbeda ketika berbulir. Pengaturan jarak disebutnya membuat tanaman yang berada di barisan pinggir mendapatkan sinar matahari lebih banyak.

Kondisi tanaman yang berada di pinggir dan mendapatkan sinar matahari lebih banyak diakuinya menghasilkan kuantitas dan kualitas gabah lebih baik. Selain itu sebelum padi berbuah petani memiliki kemudahan berupa penambahan rumpun atau populasi padi, perawatan mudah, menekan populasi hama.

Sebab penanaman teratur memudahkan pemantauan saat terjadi pertumbuhan gulma serta hama pada padi.

Sistem jajar legowo yang diterapkan oleh petani diakui Hendi, berupa legowo 4 banding 1. Tipe jajar legowo tersebut diterapkan dengan pengaturan setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong.

Jarak yang ditentukan untuk setiap tanaman sepanjang 20 cm pada tanaman barisan tengah, 10 cm pada tanaman pinggir dan 40 cm jarak bagian kosong.

“Saat proses penyiangan gulma secara tradisional dengan alat sosrok atau dengan tangan lebih mudah dilakukan, demikian juga saat pemupukan,” beber Hendi.

Pada lahan seluas satu hektare ia menyebut, tanpa pola tanam jajar legowo ia hanya mendapatkan hasil panen sekitar 4 ton gabah kering panen (GKP). Namun dengan pola tanam jajar legowo ia bisa mendapatkan hasil sekitar 5 ton GKP.

Penyesuaian jarak tanam pada sistem jajar legowo diakuinya dilakukan sesuai dengan kondisi lahan yang dimiliki untuk memperoleh hasil maksimal.

Petani lain bernama Rahmat, menyebut, penerapan sistem jajar legowo sangat menguntungkan petani. Petani di Desa Pematang Baru, Kecamatan Sragi tersebut mengaku, saat muncul serangan hama tikus ia lebih mudah mengontrol hama tersebut.

Rahmat, salah satu petani di Desa Pematang Baru, Kecamatan Sragi memperlihatkan tanaman padi yang mulai berbulir – Foto: Henk Widi

Pasalnya dengan jarak tanam yang teratur ia bisa membuat pagar khusus terbuat dari plastik untuk beberapa petak sawah. Proses penanaman dengan sistem jajar legowo juga memudahkan proses pemanenan.

“Penanaman rumpun padi yang lurus membuat pemanenan dengan alat maupun cara manual lebih mudah dan cepat,” ungkap Rahmat.

Penerapan sistem jajar legowo diakui Rahmat, membuat kelembaban pada lahan sawah berkurang sehingga perkembangan penyakit bisa diminimalisir. Saat proses pemberian pupuk ia menyebut, penebaran bisa lebih terkonsentrasi pada barisan tanaman sehingga penggunaan pupuk lebih efesien.

Saat panen dibandingkan sebelum penggunaan sistem jajar legowo ia menyebut, mengalami peningkatan produksi. Hasil panen semula sekitar 3 ton pada lahan setengah hektare bisa memperoleh hasil sekitar 4 ton.

Lihat juga...