Tiang Bambu Sisa APK ‘Hiasi’ Maumere

Editor: Koko Triarko

179

MAUMERE – Alat peraga kampanye, baik baliho, bendera, umbul-umbul, pamflet serta spanduk, mulai ditertibkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Sikka, Senin (15/4). Penertiban yang berlangsung sejak siang hingga sore tersebut pun masih belum maksimal, karena beberapa bendera dan bailho masih terpasang.

“Kalau di kota Maumere, mungkin sebagian besar sudah dibersihkan. Tapi, masih ada satu dua baliho dan bendera yang belum dibersihkan. Di luar kota Maumere, hampir semua belum dibersihkan,” kata Servasius Nong, salah seorang warga Kota Maumere, Senin (15/4/2019).

Pembersihan alat peraga kampanye yang bertebaran di Kota Maumere oleh Bawaslu Kabupaten Sikka. -Foto: Ebd de Rosary

Saat ditemui di pasar Tingkat Maumere, Servas, sapaannya, mengatakan, pembersihan baliho terutama alat peraga kampanye pun terkesan asal jadi. Kayu dan bambu pun dibiarkan berserakan di lokasi pemasangan alat peraga, termasuk bekas sobekan baliho.

“Coba dilihat di depan Kantor Bupati Sikka. Tiang-tiang bambu bekas pemasangan baliho masih berdiri tegak. Ini membuat kesan semrawut dan tidak rapi. Harusnya tiang baliho juga dicabut dan dibawa, agar jangan kerja dua kali,” sesalnya.

Servas juga menyesalkan penertiban alat peraga kampanye baru dilakukan siang tadi, Senin (15/4). Seharusnya, sejak Minggu (14/4/2019) pukul 00.01 WITA sudah mulai dilakukan penertiban. Partai politik dan caleg pun seharusnya mencabut baliho dan bendera mereka masing-masing.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Harun Al Rasyid, mengatakan, penertiban alat peraga memang telah dilakukan sejak Minggu (15/4), tapi belum maksimal. Sejak Senin (15/4) baru penertiban dilakukan secara besar-besaran.

“Tadi pagi kami mulai menggandeng Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere dan Satpol PP untuk membantu mengamankan jalannya penertiban alat peraga kampanye,” tuturnya.

Menurut Harun, memang seharusnya partai politik membersihkan sendiri alat peraga kampanyenya. Bawaslu Sikka juga telah bersurat kepada partai politik untuk membersihkan sendiri alat peraga kampanyenya ,namun hingga hari kedua masa tenang belum ada yang membersihkan sendiri.

“Tadi, kami terjunkan tiga tim dari kecamatan Alok, Alok Barat dan Alok Timur, untuk melakukan pembersihan. Alat peraga kampanye yang ditertibkan berada di jalan-jalan utama di kota Maumere maupun di dalam kompleks perumahan,” terangnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Harun Al Rasyid. -Foto: Ebed de Rosary

Harun menjamin, semua alat peraga sudah diteribkan sehari jelang hari pemungutan suara, Rabu (17/4/2019). Untuk yang berada di kecamatan, pihaknya berkoordinasi dengan camat dan kepolisian, untuk melakukan pembersihkan alat peraga kampanye.

Disaksikan Cendana News, setelah berkumpul di Mapolres Sikka, tiga tim dari Bawaslu Sikka yang melibatkan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Alok, Alok Barat dan Alok Timur bergerak ke tiga sudut kota Maumere.

Setiap tim didampingi petugas Polers Sikka, Kodim 1603 Sikka dan Lanal Maumere serta Satpol PP. Alat peraga kampanye seperti bailho hanya disobek dan dilepaskan, sementara kayunya dibiarkan tetap berdiri.

Hampir semua titik pemasangan baliho di kota Maumere terlihat deretan rangka bambu yang berdiri tegak. Hal ini sangat mengganggu kebersihan kota dan membuat wajah kota Maumere terlihat semrawut.

Lihat juga...