Tiga Bunga Bangkai Ditemukan Warga di Kampar Riau

Warga menunjukan bunga bangkai (Amorphoohallus gigas) yang mekar di Desa Tanjung Alay Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau (Foto: Ant)

PEKANBARU – Warga Desa Tanjung Alay, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menemukan tiga bunga bangkai (Amorphoohallus gigas).

Bunga tersebut, tumbuh di kebun milik warga setempat. “Di dalam kebun karet ada dua batang, dekat situ juga ada lagi di dekat kebun cabai,” kata Ade Juliandri, warga Desa Tanjung Alay, Minggu (21/4/2019). Dua bunga bangkai yang berada di kebun karet hanya berjarak 30 meter. Salah satunya sudah mekar sempurna, dengan tinggi sekira 2,5 meter.

Bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas, punya tangkai bunga yang panjang dengan kuntum bunganya yang relatif lebih pendek. Biasanya, bunga tersebut hanya mekar sempurna selama seminggu dan kemudian layu dan mati secara alami.

Bunga jenis tersebut berbeda dengan bunga rafflesia (Amorpholophalus titanium), yang ketika mekar melebar ke samping dan punya lubang besar di tengah dengan kelopak berwarna merah bata. “Sekarang bunga yang mekar hanya satu pohon, tetapi ada satu pohon lagi yang akan mekar. Jenis Bunga ini memang lumayan banyak di desa ini, tapi waktu mekarnya tidak bisa ditentukan kapan. Biasanya setiap satu tahun sekali ada yang mekar,” tandasnya.

Di daerah tersebut sebenarnya cukup sering ditemukan bunga bangkai. Namun, warga setempat menganggapnya sebagai semak sehingga langsung ditebas. “Dulu warga anggap itu semak belukar dan mengganggu karena baunya busuk, jadi langsung ditebas. Tapi sekarang warga sudah mengerti itu termasuk bunga langka sejak ditemukan bunga seperti itu di Kecamatan Kuok pada 2017 dan jadi pemberitaan media massa,” ujarnya.

Warga setempat yang dimotori oleh para pemuda, sering menyampaikan imbauan kepada warga desa, untuk menjaga dan melestarikan jenis flora yang hampir punah tersebut. Warga diajak untuk melaporkan keberadaan buga tersebut kepada perangkat desa. “Banyak warga di sekitar Kampar yang datang karena penasaran ingin melihat bunga bangkai ini. Kalau ini bisa dikelola, mungkin bisa menjadi tempat destinasi wisata juga,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...