Tiga TPS di Balikpapan Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Sesuai dengan rekomendasi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Bawaslu Kota Balikpapan, KPU akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Penyebab PSU karena adanya pemilih tambahan tanpa disertai formulir A5.

TPS yang akan melakukan pemungutan suara ulang adalah TPS 39,16 dan 19 Kelurahan Sungai Nangka Kecamatan Balikpapan Selatan.

“KPU juga akan melakukan pemungutan ulang di Rutan Balikpapan yakni TPS 59 dan 60 karena kekurangan logistik surat suara untuk DPRD kota Balikpapan,” ungkap Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha, Senin (22/4/2019).

Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha – Foto: Ferry Cahyanti

Menurutnya, PSU dimungkinkan namun untuk melakukan PSU pihak KPU masih menunggu logistik dari KPU RI pusat. Hal itu untuk membedakan logistik pemilu kemarin.

“Logistik PSU berbeda dengan logistik pemilu kemarin, dimana seluruh logistiknya ada tulisan PSU untuk membedakan dengan logistik pemilu kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, rapat Pleno Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Balikpapan Utara sempat menuai protes. Wakil Ketua PPK Balikpapan Utara, Maslih, menjelaskan, protes itu karena adanya selisih suara yang jauh dengan daftar pemilih tetap.

“Pada TPS 18 kelurahan Batu Ampar hanya ada 248 DPT sementara jumlah suaranya sampai 400-an maka saksi protes,” katanya.

Untuk itu dilakukan penghitungan surat suara kembali. “Jadi kita bongkar ulang kotak suaranya, itu untuk meredakan suasana. Jadi itu jalan tengah yang disepakati bersama,” ujarnya.

Terkait itu, saksi Partai Gerindra, Aris, meminta semua kotak suara dihitung ulang baik untuk Presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi dan DPR Kabupaten/Kota. Hal itu untuk memastikan, transparan dan tidak merugikan partai serta calon presiden,

“Karena kan bisa merugikan, maka kita minta ulang, satu kotak suara salah, bisa yang lain juga. Dan surat-surat siluman begini harus diawasi, supaya transparan,” imbuhnya.

Lihat juga...