Tingkatkan Pemasaran Online, Pelaku UMKM di NTB Dapat Pelatihan

Editor: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Guna meningkatkan pengetahuan melakukan promosi dan memasarkan produk UMKM melalui teknologi digital, ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan pelatihan capacity building.

“Sekarang era serba digital, untuk masyarakat pelaku UMKM di NTB harus mampu beradaptasi dan mulai banyak berhijrah melakukan promosi maupun transaksi penjualan produk, dari online ke ofline,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Mataram, Senin (22/4/2019).

Langkah tersebut penting dilakukan, selain untuk memperluas promosi dan jaringan pemasaran, juga untuk meningkatkan nilai penjualan produk yang dihasilkan UMKM.

Apalagi pengguna aktif internet di Indonesia terus meningkat, tidak saja masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan pun banyak mengakses internet hingga mencapai 60 persen dari jumlah penduduk. Termasuk di NTB yang pengguna internetnya mencapai 80 persen.

“Kondisi tersebut menjadi potensi sangat menguntungkan, kalau bisa dikelola secara maksimal meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pelaku UMKM,” katanya.

Dikatakan, dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, UMKM akan lebih produktif, sehingga bisa berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Apalagi NTB memiliki kekayaan yang luar biasa, baik kerajinan, fashion, kuliner, termasuk beberapa produk UMKM, yang tidak dimiliki daerah lain, dimana hampir setiap kabupaten/kota di NTB memiliki produk UMKM yang berbeda.

“Karena itu harus bisa dimanfaatkan secara baik untuk kesejahteraan masyarakat dengan melakukan perencanaan guna meningkatkan produktivitas UMKM,” terangnya.

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati, mengatakan, harus diakui belum semua masyarakat UMKM memanfaatkan media online sebagai media promosi dan pemasaran dengan baik.

Sampai sekarang, baru sebagian kecil masyarakat UMKM terutama di NTB banyak memanfaatkan media digital secara maksimal, mulai dari memasarkan hingga pembayaran, kebanyakan UMKM di Indonesia masih offline.

“Itu memerlukan waktu dan kerja sama semua. Banyak potensi yang bisa dipasarkan melalui internet,” ungkap Niken.

Karena itulah, melalui pendekatan capacity building yang diberikan, 355 pelaku UMKM se-NTB tersebut mengikuti pelatihan yang digagas Bank Indonesia Perwakilan NTB. Diharapkan bisa membuat pelaku usaha semakin cerdas memanfaatkan media online.

Lihat juga...