Tranportasi Laut di Sumbar Lebih Berbahaya Dibandingkan Darat

Editor: Mahadeva

PADANG – Risiko terjadinya kecelakaan angkutan laut di Sumatera Barat lebih besar dibandingkan angkutan darat. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan meningkatkan sarana dan prasarana. 

“Keselamatan transportasi di laut sangat penting. Apalagi, risiko terjadinya kecelakaan dilautan lebih tinggi dibandingkan daratan. Maka, untuk itu pengelola keselamatan pelayaran mesti menfokuskan perbaikan sarana dan prasarana,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Rabu (24/4/2019).

Sarana dan prasarana sangat penting bagi transportasi. Transportasi laut membawa penumpang tidak dalam jumlah yang sedikit. Penumpang kapal, seperti kapal cepat penyeberangan ke Mentawai bisa membawa penumpang hingga ratusan orang.

Begitupun juga kapal untuk nelayan. “Untuk itu, kita minta pihak terkait seperti KSOP agar melakukan pengawasan kepada penyedia transportasi pelayaran baik itu umum maupun nelayan agar memperhatikan kelayakan karena menyangkut dengan nyawa manusia,” tambahnya.

Sebelum mendapatkan izin berlayar, kapal harus dicek untuk memastikan secara teknis layak berlayar. Yang tidak memenuhi syarat, harus tidak diberi izin berlayar. Pelayaran, yang sangat aktif mengangkut penumpang seperti pelayaran ke Mentawai, harus memfokuskan pada faktor keselamatan. Jangan sampai ada kapal yang kapasitasnya dapat mebeludak, hal itu dapat berdampak pada kecelakaan.

“Ini yang kita khawatirkan, penumpang yang penuh melebihi kapasitas. Ini akan berakibat kecelakaan, ini mesti diawasi jangan, sampai ada yang melebihi kapasitas,” tegasnya.

Wagub berharap, jadwal Kapal Sabuk Nusantara yang ada di Sumatera Barat, agar jadwalnya dapat diatur. Sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat sebagai alat transportasi.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Direktorat Perkapalan Dan Kepelautan, Capt. Sudiono, mengungkapkan, pihaknya melakukan uji petik di berapa pelabuhan di Indonesia.  “Ada 16 pelabuhan di Indonesia yang diuji petik, untuk memastikan kapal tersebut layak berlayar, sehingga masyarakat terjamin dari aspek keselamatan,” ungkapnya.

Tak hanya uji petik, juga akan dilakukan bimbingan Teknis (Bimtek), seperti yang dilaksanakan di Padang Rabu (24/2/2019). Kegiatannya dengan mengedukasi stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan, Operator Pelabuhan, Operator Kapal dan masyarakat maritim.

Lihat juga...