Tutut Soeharto Apresiasi Pesantren Habib Rizieq Ekspor Alpukat 

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Markas Syariah atau Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, menempati lahan seluas 70 hektare. Di tempat pendidikan agama milik Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, ini  selain terdapat ruang belajar dan asrama, juga ada kebun alpukat jenis greengold.

Pimpinan Pondok Pesantren, Habib Muhammad bin Husein Al Attas, menyampaikan tentang semua fasilitas pesantren, termasuk usaha para santri di bidang pertanian. Salah satunya, budi daya alpukat yang sudah dikirim ke Eropa dan Timur Tengah.

“Selain pendidikan kami berbasis agama, juga ada usaha pertanian yang diajarkan. Seperti budi daya alpukat ini. Alhamdulillah alpukat kami sudah ekspor ke Eropa dan Timur Tengah,” kata menantu Imam besar FPI, Habib Rizieq, saat menerima kunjungan kedua Putri Presiden Soeharto, ke pesantrennya, Rabu (10/4/2019).

Habib Muhammad bin Husein Al Attas, mengajak Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), Siti Hutami Endang Adiningsing (Mamiek Soeharto) dan rombongan untuk meninjau kebun alpukat yang lokasinya ada di pesantren tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Alam dan Agrokultur, Habib Muhammad bin Husein Al Attas (kanan berdiri) saat memberikan sambutan. -Foto: Koni.

Tutut Soeharto merasa bangga, pesantren milik Habib Rizieq Shihab, bisa mengekspor alpukat  jenis greengold ke luar negeri.

“Saya senang dan bangga sekali pesantren ini ekspor buah alpukat ke Eropa dan Timur Tengah. Karena sekarang ini, rasanya banyak sekali buah-buah dari luar masuk ke Indonesia. Ini bisa ekspor, mudah-mudahan bisa ditiru oleh ponpes di seluruh Indonesia. Untuk bisa ekspor, baik itu sayuran maupun buah-buahan,” ujarnya.

Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto berpesan kepada para santri, agar memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu. Karena ilmu yang didapat para santri di pesantren ini belum tentu didapat di luar.

“Ini di sini, kalian belajar ilmu agama dan lainnya. Yaitu, pertanian dan peternakan. Manfaatkan waktu kalian jangam sampai malas, jangan sampai nanti menyesal di kemudian hari,” ujarnya.

Pada kunjungan ini, Tutut Soeharto juga mengenalkan program pertanian dan perternakan terpadu dari Saung Berkarya.

“Adik saya, Ibu Mamiek, nanti akan menjelaskan program pertanian tersebut,” ujarnya.

Program tersebut, menurutnya,  akan membuat pesantren lebih mandiri. Karena semuanya bisa diolah dan dimanfaatkan, seperti kotoran sapi bisa diproses menjadi biogas, ampasnya untuk pupuk dan air kencingnya dijadi pestisida.

Mamiek Soeharto merasa bersyukur bisa silaturahmi ke Markas Syariah dan bertemu dengan kader FPI dan para santri.

Menurut putri Presiden Soeharto ini, kunjungannya ke pesantren ini terbuka peluang kerja sama di bidang pertanian dan peternakan.

“Kami ingin wujudkan pesantren mandiri pangan dan energi,” ujarnya.

Mamiek Soeharto berharap, kerja sama ini bisa ditingkatkan demi kejayaan umat, bangsa dan negara Indonesia.

“Hati kami terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan umat. Kami ingin Indonesia kembali makmur dan berdaulat, serta disegani bangsa lain,” tegasnya.

Lihat juga...