Tutut Soeharto: Kita Harus Jaga Persatuan Bangsa dan Ukhuwah Islamiyah

Editor: Mahadeva

361

BOGOR – Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Umat juga diajak menjaga ukhuwah islamiyah. “Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta ukhuwah islamiyah, dengan tanpa menjelekkan orang lain. Allah SWT Maha Kuasa, yang akan mencatat perbuatan kita. Tentu kita harus selalu berbuat baik, lebih islami sesuai anjuran-Nya,” kata Tutut Soeharto, dalam sambutan di kajian subuh Majlis Al Ahya, Pondok Pesantren Al Hanif, di Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019).

Mbak Tutut menegaskan, kita sebagai warga negara harus mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Dengan terlebih dahulu membangun persatuan dan kesatuan bangsa yang seutuhnya. Membangun seutuhnya, tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. “Nah, siraman rohani ini diberikan oleh para ustad, ulama, orangtua dan tokoh lain kepada kita. Bahkan sejak kita di dalam kandungan, pendidikan ahlak diberikan. Yakni dengan lantunan shalawat dan doa-doa dari orangtua kita,” tandas Tutut Soeharto.

Setelah lahir kedunia manusia juga tetap diarahkan untuk belajar ilmu agama. Dengan tujuan, agar berahlak dan bisa menjadi manusia seutuhnya, dalam balutan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Pendidikan ahlak sangat penting diberikan, agar manusia bisa bertanggungjawab terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Apalagi, para generasi penerus bangsa yang nantinya akan memimpin bangsa Indonesia.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) berfoto dengan jamaah  kajian subuh Majlis Al Ihya, Pondok Pesantren Al Hanif, di Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Foto; istimewa

Namun demikian, hingga dewasa pendidikan ahlak tetap dibutuhkan dalam pribadi diri manusia. “Contohnya, kita walaupun sudah tua. Ya, seperti saya ini, umur saya sudah 70 tahun. Tapi saya tetap butuh bimbingan ahlak atau ilmu agama. Jangan sampai kita ini terjerumus dan salah langkah,” tukas Tutut Soeharto disambut antusias jamaah.

Tutut Soeharto yang didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), sang putri Danty Rukmana, dan cucu Farel dan Ahtar, merasa bangga dengan jamaah, yang antusias datang ke pondok pesantren untuk menimba ilmu agama, mempertebal iman ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tutut Soeharto yang mendengar bisikan mereka itu langsung menjawab. “Alhamdulillah saya diberi sehat oleh Allah SWT. Kita saling mendoakan agar selalu dalam bimbingan Allah SWT, ibu-ibu dan bapak-bapak juga sehat,” pungkasnya.

Lihat juga...