Tutut Soeharto Tebar Ikan di Danau Miniatur TMII

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto menebar ratusan ikan mas kecil di Danau Miniatur Indonesia di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Bismillahirrohmanirrohim, ikannya saya lepas bebas mengeliling Indonesia,” kata Tutut Soeharto saat membuka satu persatu kantong plastik putih berisi ratusan ikan emas, pada Jumat (19/4/2019) sore.

Gerakan tubuh ikan-ikan tersebut terlihat lincah dalam hamparan air. Mereka bebas berenang mengelilingi jutaan pulau yang berada di danau tersebut.

Berlanjut di tepi danau itu, Tutut Soeharto yang didampingi Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo, melepas puluhan burung.

Bismillahirrohmanirrohim, burung-burung mungil ini terbang keliling Indonesia, mempersatukan bangsa dalam kedamaian,” ujar Tutut Soeharto.

Burung-burung itu terbang bebas di atas Danau Miniatur Indonesia. Mereka saling berputar, menukik dan berpapasan, terlihat indah dipandang mata.

Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto menerbangkan burung di tepi Danau Miniatur TMII, Jakarta, Jumat (19/4/2019) sore. – Foto: Sri Sugiarti

Perjalanan dengan mobil wisata pun dilanjutkan dengan meninjau Anjungan Sulawesi Utara yang renovasi bangunannya masih dalam tahap penyelesaian. Di lokasi ini, Tutut Soeharto beserta rombongan hanya melihat dari dalam mobil saja.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Taman Burung TMII, yang lokasinya dekat pintu gerbang 4. Di Taman Burung ini, Tutut Soeharto hanya memantau dari luar saja. Ia melihat-lihat pintu masuk area taman yang telah direnovasi dengan desain modern.

Di dekat pintu masuk sebelah kiri, burung Kakatua dengan warna cerah menyambut kehadiran Tutut Soeharto.Kicauan nyaring suaranya dibarengi kepak sayap, seakan mengajak bercanda.

Manager Taman Burung dan Taman Reptile serta Museum Komodo TMII, M.Pieter Kombo menjelaskan tentang revitalisasi taman ini kepada Tutut Soeharto.Begitu pula dengan ratusan ragam jenis burung yang terdapat di taman tersebut.

Dalam pelestarian fauna di Taman Burung TMII, Putri sulung Presiden Soeharto ini dinobatkan sebagai orangtua asuh dari burung Elang Jawa.

Adapun Ketua Pembina YHK, Soehardjo Soebardjo sebagai orangtua asuh dari burung Cendrawasih kuning kecil, Sekertaris YHK, TB Sulaeman yakni sebagai orangtua asuh dari burung Dara Mahkota. Ketua Pengawas YHK, Issantoso sebagai orangtua dari burung Julang Emas.

Sedangkan, Dewan Komisaris YHK, Rizal Basri, sebagai orangtua asuh dari burung Maleo. Dan Maliki Mift sebagai orangtua asuh dari burung Kasuari Gelambir Ganda.

Berlanjut, Putri Cendana ini meninjau Museum Batik, yang lokasinya di belakang Museum Pusaka.

Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto meninjau Museum Batik di TMII, Jakarta, Jumat (19/4/2019) sore. – Foto: Sri Sugiarti

Di museum yang akan diresmikan pada 2 Oktober 2019 mendatang ini, Tutut Soeharto melihat ragam batik Nusantara. Diantaranya, kain batik Pekalongan, batik kesultanan Yogyakarta, batik Solo, batik Cirebon dan lainnya.

Usai memelihat keindahan ragam batik, Tutut Soeharto dan rombongan meninjau Dunia Air Tawar. Lokasi wahana wisata ini berdekatan dengan Museum Batik.

Di wahana rekreasi ini, Tutut Soeharto sangat antusias melihat ragam jenis ikan yang ditampilkan.

Saat memasuki area Akurium Nusantara, Tutut Soeharto sangat kagum dengan jenis-jenis ikan dari berbagai provinsi di Indonesia. Diantaranya, Wader (spotted bard), yakni ikan hasil budidaya.

“Wader ini jenis ikan khas Provinsi Jawa Timur,” ujar seorang petugas Dunia Air Tawar.

Adapun Aneka Tangkar Pipa adalah jenis ikan khas Provinsi Bali. “Ikannya unik ya,” kata Tutut Soeharto.

“Kalau ini ikan Sepat Samurai dari mana? tanya istri Indra Rukmana. Petugas itu pun menjawab “Oh jenis ikan ini dari Kalimantan Barat, Bu. Nah, kalau ini Baronas dari Kalimantan Selatan”.

Mata Tutut Soeharto pun terpana pada gerak lincah Goby Annie. Yakni jenis ikan khas Maluku Utara. Juga ikan butis (grazy fish) dari Maluku.

Kehadiran Tutut Soeharto disambut antusias karyawan Danau Air Tawar.Mereka mohon izin kepada Putri Cendana ini untuk beswafoto. “Ayo kita foto, boleh kok saya senang,” kata Tutut Soeharto dengan ramahnya.

Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto meninjau area TMII, Jakarta Jumat (19/4/2019) sore, dengan mobil wisata. – Foto: Sri Sugiarti

Mereka pun bergegas masuk ke dalam ruangan Akurium Nusantara, untuk beswafoto bersama putri Ibu Tien Soeharto.

Usai foto bersama karyawan, Tutut Soeharto, kembali melihat ragam jenis ikan yang dipajang di ruang lainnya. Hingga tiba di pintu keluar untuk bergegas pulang.

Namun saat keluar pintu, para pengunjung menunggu untuk minta foto. Salah satunya, pasangan suami istri bersama seorang anaknya bergaya dua jari di samping Tutut Soeharto.

Tepat pukul 17.00 WIB, rombongan meninggalkan area tersebut. Tutut Soeharto pun berpamitan untuk pulang ke Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya pamit ya, terima kasih. Inshallah kita nanti bertemu lagi ya,” ujar Tutut Soeharto sambil menyalami satu persatu rombongan yang mendampinginya.

“Kami juga ucapkan terima kasih pada Bu Tutut,” kata Tanri.

Usai berpamitan, Tutut Soeharto bergegas masuk ke mobil. Seiring lajunya mobil dengan kaca terbuka, perempuan energik ini terus menebar senyum dengan tangan dilambaikan pertanda salam.

Mobil telah melaju tak terlihat mata, tapi kehangatan semangat juang yang ditebarkan Tutut Soeharto untuk terus melestarikan budaya bangsa tak kan pupus ditelan zaman.

TMII dengan ragam inovasinya akan terus bergaung memberikan konstribusi bagi masyarakat Indonesia

Lihat juga...