Udara Jakarta Kotor oleh Asap Kendaraan

Editor: Mahadeva

168

JAKARTA – Kualitas udara Jakarta kotor oleh polusi asap kendaraan. Hal itu diakui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mengklaim saat ini sedang menyusun sebuah kerangka kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Memang kotor, yang ngotorin kita semua, jadi memang harus ada perubahan,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019).

Namun dengan dalih tipe kepemimpinannya yang tak bicara banyak sebelum ada kebijakan yang jelas. Anies enggan memberikan ditail dari rencana yang akan dilakukan. Pembahasan masalah kualitas udara Jakarta, saat ini sudah tahap teknis. “Anda sudah hafal saya. Saya enggak mau umumkan kebijakan parsial. Kalau sudah lengkap semua baru diumumkan. Sekarang kami sedang menyusun sampai rencana teknisnya,” ungkapnya.

Salah satu kebijakan yang disarankan adalah, kendaraan di Ibu Kota tidak lagi menggunakan sumber energi yang tingkat polusinya tinggi. Pemerintah DKI Jakarta, sudah memulainya dengan mengoperasikan bus Transjakarta bertenaga listrik.

Anies mengakui kadar udara bersih di Jakarta memang sudah mengkhawatirkan. Dan perlu mendorong adanya perubahan secara bersama. “Harus mulai semuanya, kendaraan publik dilakukan, juga kendaraan milik swasta. Intinya bukan pada volume kendaraan tapi pembuangannnya,” paparnya.

Salah satu cara untuk memperbaiki udara Jakarta, dengan tidak lagi menggunakan sumber energi berpolusi tinggi. Salah satu penyumbang terbesar kotornya udara Jakarta adalah, kendaraan bermotor. Karenanya, energi listrik menjadi solusi, khususnya untuk kendaraan umum. “Jadi ke depan kita arahkan tidak lagi pakai sumber energi yang polusinya tinggi. Bulan depan TransJakarta pakai bus listrik, ke depan angkutan umum massal juga pakai listrik. Ke depan akan ada pengendalian,” katanya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menginginkan masyarakat memiliki, kesadaraan untuk beralih ke transportasi umum yang ramah lingkungan. Saat ini sedang dikaji aturan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. “Kalau sudah lengkap semua baru kita umumkan. Kita sedang menyusun sampai rencana teknisnya untuk kita bisa punya udara yang lebih bersih,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam siaran persnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), membuka pos gugatan warga yang merasa dirugikan oleh kualitas udara Jakarta. Kualitas udara Jakarta sudah tercemar dan membahayakan. Ada Particulate Matter (PM) 2.5, yang sudah melewati ambang batas.

“Dampak kesehatan atas pencemaran udara khususnya PM 2.5 yang tersebut juga berbagai macam, mulai dari infeksi saluran pernafasan (ISPA), jantung, paru-paru, resiko kematian dini, sampai kanker karena senyawa-senyawa yang terkandung dalamnya,” kata Kabid Advokasi dan Pengacara Publik LBH Jakarta, Nelson Simamora.

Oleh sebab itu, LBH Jakarta bersama YLBHI, membuka pos pengaduan untuk calon penggugat, dalam gugatan warga negara terkait pencemaran udara di Jakarta yang sudah di luar ambang batas. Pos pengaduan dibuka selama satu bulan, terhitung sejak 14 April 2019 hingga 14 Mei 2019.

Lihat juga...