UKM Dusun Handil Terusan Suplai Kerupuk ke Pertamina Hulu Mahakam

Editor: Koko Triarko

KUTAI KARTANEGARA – Pelaku usaha kecil menengah di Dusun Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, bak mendapat ‘durian runtuh’. Mereka memperoleh ‘proyek’ menyuplai kerupuk di tiga lapangan produksi PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Hal ini diketahui setelah operator Wilayah Kerja Mahakam itu memfasilitasi kerja sama para UKM yang menjadi mitra kerja PHM dengan BUMDes Handil Terusan. Kerja sama ini didukung oleh SKK Migas Kalsul.

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, perwakilan Kepala SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Kepala Divisi Sustainable Development and Societal Relations (SDS) PHM, beserta jajaran Muspika Anggana dan masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari kegiatan operasinya, PHM juga melakukan upaya pemberdayaan UKM lokal di wilayah Kutai Kertanegara. Dalam skema kerja sama yang disepakati itu, BUMDes Handil Terusan akan memasok kerupuk produksi kelompok UKM sejumlah 80 kilogram per bulan, kepada PT. Gobel Dharma Sarana Karya, selaku kontraktor penyedia katering di PHM.

Kerupuk itu nantinya akan menjadi bagian dari menu makan untuk 3 lapangan produksi PHM, yakni NPU, SPU dan CPU. Terjalinnya kesepakatan kerja sama ini merupakan bentuk dukungan PHM kepada masyarakat sekitar wilayah operasi, melalui bantuan promosi dan pemasaran produk UKM binaan.

Kepala Divisi SDS, Suripno, mengatakan kerja sama tersebut wujud komitmen PHM untuk meningkatkan kapasitas UKM lokal.

“Semangat yang kami usung adalah pemberdayaan demi meningkatan perekonomian masyarakat secara langsung. Kerja sama ini telah dimulai sejak 2017, melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dalam bentuk pengadaan material maupun pelaksanaan pekerjaan,” jelas Suripno, Senin (15/4/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kutai Kartanegara juga meresmikan pengoperasian fasilitas Puskesmas Pembantu (Pusban) Handil Terusan.

Fasilitas yang diresmikan ini sebelumnya merupakan bangunan semi permanen dan telah berdiri sejak 1995, namun karena kerap terkena banjir rob, peralatan yang ada sering rusak.

PHM pada 2018 memulai upaya merelokasi Pusban ini ke tempat yang baru, di atas lahan desa seluas 800 meter persegi. Proses pembangunannya berlangsung selama 4 bulan, dan bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Handil Terusan.

Lihat juga...