UN Berbasis Komputer, Tidak Ada Kebocoran Soal

Editor: Mahadeva

355
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, Kamis (25/4/2019) – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP di Jakarta berjalan lancar. Tidak ditemukan gangguan termasuk kebocoran soal ujian.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono, mengatakan, hingga Kamis (25/4/2019), Dinas Pendidikan DKI Jakarta belum menemukan laporan gangguan yang mengganggu proses ujian. “Sangat terkendali dan kemungkinan bocor menjadi sangat kecil. Karena kendalinya baru hari itu soal-soalnya,” kata Ratiyono.

Kebocoran kisi-kisi sangat tipis kemungkinan terjadi. UN sebagian besar sudah berbasis komputer. Kendali penyediaan soal dilakukan langsung Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Itu yang namanya ujian berbasis komputer kendalinya ada di Puspendik. Kita tinggal mengikuti jaringannya, sehingga sangat terkendali dan kemungkinan bocor menjadi sangat kecil,” tandasnya.

Kamis (25/4/2019), UN masih diselenggarakan untuk sekolah dasar. Sementara SMP memasuki UN hari terakhir, dengan mata pelajaran IPA. UN berbasis komputer tahun ini masih ada yang dilakukan dalam tiga sesi.

Sejumlah sekolah di Ibu kota yang menjalankan UNBK dengan waktu pelaksanaan dibagi dalam beberapa sesi, karena keterbatasan komputer. “Tahun ini, alhamdulillah ada tiga sesi. Sesi pertama sudah berlangsung dengan baik. Jam 7.30 WIB sampai 9.30 WIB, kemudian berikutnya jam 10.00 WIB sampai jam 12.00 WIB, dan sesi siang jam 14.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Masing-masing dua jam,” jelasnya.

Meski ada sekolah yang membagi UNBK dalam sejumlah sesi, ada pula yang berhasil melaksanakan UNBK hanya dalam satu sesi berkat bantuan wali murid. Dari 1.321 sekolah, sebanyak 357 sekolah menerapkan satu sesi, 857 sekolah menerapkan dua sesi dan 107 sekolah yang menerapkan tiga sesi UNBK. UNBK SMP di DKI Jakarta diikuti 137.282 siswa, yang terdiri dari 116.689 siswa SMP dan 20.594 siswa MTS.

Lihat juga...