hut

Upacara Cahaya, Isi Rangkaian Malam Vigili Paskah di Gereja Santo Yohanes de Brito

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Ratusan umat Katolik dari berbagai stasi di unit Pastoral Bakauheni, merayakan malam Vigili Paskah, Sabtu (20/4/2019).

Perayaan malam Vigili Paskah, merupakan rangkaian dari Tri Hari Paskah, sebagai perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Pastor Wolfram Safari, Pr sebagai pemimpin perayaan Vigili Paskah, memulai prosesi dengan pemberkatan api suci Paskah di halaman gereja Santo Yohanes de Brito.

Pemberkatan api suci Paskah merupakan bagian dari upacara cahaya pada liturgi malam Paskah. Pemberkatan api suci Paskah sekaligus penyucian sejumlah lilin yang akan dibawa oleh ketua stasi untuk diletakkan di dalam gereja masing masing.

Melalui simbol api suci Paskah, Pastor Wolfram Safari mengungkapkan, manusia yang berada dalam kegelapan mendapat terang sejati dari kebangkitan Yesus Kristus. Sebanyak tujuh lilin berukuran besar yang salah satunya dibawa oleh Yohanes Bambang selaku ketua stasi diberi berkat.

Berkat pada lilin memiliki makna Yesus Kristus sebagai simbol penguasa segala zaman, Alfa dan Omega atau yang awal dan akhir. Sebanyak empat dupa yang ditancapkan pada lilin menjadi simbol luka-luka yang dialami Yesus Kristus pada bagian kepala, tangan, lambung dan kaki.

Melalui luka dan bilur bilur yang berakibat kematian Yesus pada hari Paskah, manusia mendapat keselamatan yang menjadi puncak iman Kristiani. “Melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, maka Paskah menjadi sempurna, karena kurban sejati telah dilakukan oleh putera Allah untuk penebusan keselamatan seperti kurban yang dilakukan oleh Abraham dengan mengurbankan puteranya Ishak,” ungkap Pastor Wolfram Safari, dalam pembukaan Vigili Paskah.

Perayaan malam Vigili Paskah memiliki dua bagian, yaitu upacara cahaya dan perayaan ekaristi. Setelah upacara cahaya ditandai dengan pemberkatan lilin paskah, prosesi perarakan lilin Paskah diiringi dengan penghormatan sebanyak tiga kali.

Persiapan malam Vigili Paskah di gereja Santo Yohanes de Brito, Desa Sukaraja Kecamatan Palas,Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Prosesi perarakan dari halaman gereja ke dalam gereja sekaligus penyalaan lilin yang dibawa oleh ratusan umat sebagai bagian upacara cahaya. Selama upacara cahaya hanya nyala lilin paskah yang digunakan sementara lampu listrik di dalam gereja dimatikan. Upacara cahaya yang berlangsung di dalam gereja dilakukan dengan diiringi Exultet atau nyanyian karya keselamatan. Nyanyian Exultet dibawakan oleh petugas solis, merupakan bacaan dari kitab perjanjian lama.

Kitab Kejadian tentang terciptanya langit dan bumi dari hari pertama hingga hari ketujuh. Melalui exultet tersebut, umat diajak merenungkan karya keselamatan Allah yang dilakukan sejak zaman para nabi hingga Yesus Kristus.

Selain dari kitab Keluaran sebanyak sembilan bacaan dibacakan termasuk Perjanjian Baru. Pada homili atau kotbah Vigili Paskah dengan tema, Kita Hidup Karena Solidaritas Kristus, pastor Wolfram Safari menekankan makna pembaptisan. Pembaptisan bagi iman Katolik memiliki makna manusia ikut dalam wafat serta kebangkitan Kristus. Sebagai salah bagian terpenting malam Vigili Paskah janji baptis dengan pemercikan air baptis menjadi pembaharuan janji baptis umat yang menghadiri Vigili Paskah.

Seperti Musa, bersama umat Israel diselamatkan dari laut merah saat exodus dari Mesir, maka air baptis menyelamatkan umat Kristiani. Selain itu Pastor Wolfram, membacakan surat gembala Paskah 2019 Keuskupan Tanjungkarang. Pada surat gembala tersebut sejak perjanjian lama kebangkitan akan muncul setelah kematian hingga perjanjian baru, kebangkitan menjadi harapan. Melalui kebangkitan Yesus umat Kristiani mengimani akan adanya kehidupan setelah kematian. Karenanya iman akan kebangkitan tersebut menjadikan Paskah sangat penting bagi kehidupan Gereja. “Perayaan malam vigili Paskah memiliki makna kebaikan Allah melalui Yesus sebagai bukti Dia adalah Maha Rahim,” terangnya.

Sebelum Yesus sengsara, wafat dan bangkit dalam sejumlah kisah perjanjian baru, sejumlah mukjizat menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati. Oleh karena itu, kehidupan manusia yang dianugerahkan harus disyukuri, meski kematian tidak terelakkan.

Meski demikian kematian bukan menjadi akhir, karena melalui Yesus kebangkitan menjadi harapan. Pedoman tersebut harus disampaikan oleh setiap keluarga untuk memahami akan makna kematian dan kebangkitan. Selain itu keluarga dihimbau untuk tidak mementingkan keduniawian dan harus bisa berbagi dengan saudara yang membutuhkan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com