Usaha Mokaf di Banyumas Tingkatkan Nilai Jual Singkong

Editor: Koko Triarko

BANJARNEGARA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara, berkomitmen untuk mengembangkan UMKM mokaf. Selain untuk ketahanan pangan, program ini juga untuk mendongkrak pertumbuhan UMKM di Banjarnegara.

Kasi Agro Industri Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Fajar Maskuri, mengatakan, banyak manfaat yang diperoleh dari pengembangan usaha olahan mokaf ini. Antara lain, harga singkong sekarang relatif lebih stabil dan Banjarnegara dikenal sebagai salah satu penghasil mokaf.

Kasi Agro Industri Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Fajar Maskuri. -Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita kembangkan mokaf, awalnya dengan tujuan untuk ketahanan pangan, karena mokaf ini sumber karbohidrat, kemudian untuk mengurangi impor terigu dan menolong petani dengan memperbaiki harga singkong,” terangnya, Selasa (23/4/2019).

Selama ini, harga singkong hanya pada kisaran Rp400 per kilogram. Setelah muncul banyak UMKM mokaf, harga singkong terdongkrak menjadi Rp1.000 per kilogram, bahkan sempat mencapai Rp1.800 per kilogram.

Saat ini, paguyuban UMKM mokaf yang berada di bawah binaan Disperindagkop UKM Banjarnegara, ada 20 lebih. Usaha mereka tersebar di berbagai kecamatan, antara lain di Kecamatan Bawang, Rakit, Purwonegara, Wanadadi, Pagedingan dan lain-lain.

Produk olahan mokaf yang dihasilkan juga bermacam-macam, mulai dari mie mokaf, aneka kue kering dan pancake dari mokaf, beras mokaf dan sebagainya.

“Kita melakukan pembinaan mulai dari pascapanen bahan baku, hingga pengolahan dan pemasarannya. Kita juga beri pelatihan dengan mendatangkan ahli pengolahan mokaf, mengajak pelaku UMKM melakukan studi banding ke daerah lain, hingga mempertemukan dengan berbagai pihak yang kompeten serta membuka akses pemasaran yang lebih luas,” kata Fajar.

Produk olahan mokaf Banjarnegara sekarang sudah dikenal luas, melalui pemasaran online. Tepung mokaf yang aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, untuk anak autis hingga untuk konsumsi orang yang menjalani diet, kebanjiran pesanan setiap bulannya. Para pelaku UMKM mokaf juga terus berinovasi untuk membuat produk olahan yang baru.

Lihat juga...