Usaha Rumahan Dominan Dibantu KSU Derami

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami), Kota Padang, Sumatera Barat, terbilang berperan dalam menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, sejauh ini jumlah masyarakat atau anggota koperasi melebihi 2.000 orang lebih. Sebagian besar dari anggota itu, menjalani usaha rumahan. Hal ini dikarenakan, banyak ibu rumah tangga yang terlibat dalam KSU Derami.

“Di KSU Derami Padang memang sebagian besar yang menjadi anggota atau yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja ialah para ibu rumah tangga. Nah, dikarenakan merupakan ibu-ibu rumah tangga, usahanya bersifat rumahan,” katanya, Senin (22/4/2019).

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati – Foto: M. Noli Hendra

Dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja sebanyak Rp2 juta yang merupakan pinjaman awal, usaha rumahan yang dilakukan beragam, seperti membuat keripik pisang dan singkong, menjahit baju, tenun, kerajinan barang bekas, dan banyak jenis usaha lainnya.

Artinya, dengan demikian, secara bertahap kondisi perekonomian masyarakat tumbuh dan memberikan dampak yang positif.

Usaha rumahan memang terbilang usaha mikro, namun soal penghasilannya dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Usaha rumahan era kini itu tidak perlu harus berjualan ke sana ke sini. Tapi cukup memasarkannya ke situs belanja online, atau melalui akun pribadi media online. Jadi, sekarang ini dapat membantu usaha rumahan,” ujarnya.

Menurutnya, jika diperkirakan antara usaha rumahan dengan usaha lainnya yang dijalani anggota KSU Derami, berbanding 60:40. Artinya memang usaha rumahan mendominasi, ketimbang usaha lainnya.

Dikatakannya, usaha lain yang dimaksud juga ada yang menjalani usaha pedagang kaki lima di sekolah – sekolah, jual pulsa, membuat tempat pangkas rambut, usaha rumah makan ampera, gorengan, kedai kopi, dan usaha lainnya.

“Kita memang menargetkan kondisi kemiskinan di Padang dientaskan, melalui ditumbuhkannya berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Target kita sebanyak-banyaknya usaha rakyat itu tumbuh,” ujarnya.

Bukti nyata tumbuhnya usaha rakyat ini, diakui oleh salah satu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Padang.

Ketua Posdaya Kumala Sepakat, Afniati, mengatakan, hidup bermasyarakat di kalangan penduduk yang sebagian besar adalah pegawai yang ada di Posdaya Sepakat, tidak jarang pemandangan ketimpangan sosial jelas terlihat.

Kini kondisi ketimpangan itu, dibantu oleh Tabur Puja, melalui Posdaya Kumala Sepakat.

Ia menyebutkan, keberadaaan Posdaya yang didirikan sejak tahun 2014 lalu itu, berada di RT02/RW03, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat. Kawasan tersebut, berada dari pusat kota, sehingga hampir sebagian besar masyarakat ekonomi menengah ke atas.

“Kalau berbicara anggota kita itu, sebenarnya ada 100 orang lebih. Tapi yang aktif itu sampai sekarang ada 75 orang. Mereka tergolong ekonomi lemah,” katanya.

Peni, panggilan akrab mantan pengurus KSU Derami Padang yang merupakan koperasi mitra Yayasan Damandiri ini, menjelaskan, dahulu sebelum adanya Tabur Puja di Posdaya Kumala Sepakat, yang ekonomi lemah sangat terlihat kesuramannya dalam menjalani hidup berkeluarga.

Akan tetapi, dengan hadirnya Tabur Puja pada tahun 2014 itu, perlahan-lahan, Posdaya memberikan kesempatan kepada keluarga kurang mampu untuk bisa menjalankan usaha, dalam bentuk usaha kecil-kecilan. Buktinya, setelah empat tahun berjalan, terlihat geliat ekonomi masyarakatnya.

“Yang namanya tinggal di kalangan ekonomi menengah ke atas, bagaimana pun juga perbedaan itu pasti terlihat. Nah, kita ingin dalam waktu jangka panjang nanti terjadi kesetaraan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Peni menyebutkan, hadirnya Tabur Puja di Posdaya Kumala Sepakat, usaha-usaha yang banyak dijalani oleh masyarakat setelah mendapatkan pinjaman modal usaha, misalnya terdiri dari usaha rumahan, warung kelontong, kerajinan, dan usaha berdagang sarapan pagi.

“Di Posdaya Kumala Sepakat, hampir dikatakan pembayaran pinjaman kredit lancar. Bahkan peminjaman modal usaha maksimal ke Tabur Puja mencapai Rp5 juta,” jelasnya.

Angka peminjaman modal usaha dengan jumlah Rp5 juta itu, dari 73 anggota yang aktif bisa mencapai 40 persen yang telah mencapai peminjaman ke jumlah Rp5 juta. Sementara itu, anggota baru mendapatkan pinjaman dengan jumlah Rp2 juta.

“Jadi beberapa anggota yang merupakan sebagian itu, pinjaman modal usaha berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta. Dengan besarnya pinjaman modal usaha, sebagai bukti usaha masyarakat tumbuh dengan baik,” paparnya.

Untuk itu, kehadiran KSU Derami Padang yang dimodali oleh Yayasan Damandiri, telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Padang.

Diperkirakan jika KSU Derami berjalan dengan baik, maka dalam jangka panjang tidak ditemukan lagi keluarga yang memiliki ekonomi lemah.

Lihat juga...