Wagub Sumbar Inginkan Semua Siswa Lanjut ke PT

Editor: Koko Triarko

131

PADANG – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, berharap kepada tamatan SMA yang telah lulus, agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT), mengingat pendidikan adalah poin penting di era sekarang. 

Nasrul menyatakan, seandainya nanti tidak lulus dengan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), agar dapat memilih kampus minimal akreditasi B. Karena pendidikan merupakan jalur cepat dalam mengubah nasib untuk kehidupan yang lebih baik.

“Saya menginginkan generasi di Sumbar ini pendidikan tidak hanya sebatas di SMA saja. Ayo, mari bercita-cita untuk kuliah, jika ada kemauan pasti ada jalan untuk menuju cita-cita itu,” katanya, Kamis (17/4/2019).

Menurutnya, saat ini untuk masuk ke dunia kerja, terutama untuk CPNS, BUMN atau lainnya, sudah mematok akreditasi lulusan kampus minimal B. Jadi, prihatin punya IPK 4, jika akreditasi kampusnya di bawah B, tidak terakomodir dalam aturan yang ada.

“Karena itu, agar siswa kita  jeli dan pelajari secara seksama terhadap kondisi fakultas dan kampus yang akan dimasuki, lihat akreditasinya. Jangan asal masuk, nanti bisa menyesal,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan bagi siswa yang kuliah di luar Sumatra Barat, agar menjaga etika selama menuntut ilmu, terutama jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal negatif.

“LGBT dan narkoba adalah dua hal yang sangat merugikan buat Ananda, ingat keluarga di Kampung. Bergaullah sewajarnya dan jangan lupakan ibadah yang merupakan benteng diri Ananda. Karena godaan dan pengaruh itu sangat besar dan kuat,  sekali terjebak sulit untuk keluar dari lingkungan tersebut, maka jauhilah,” ingatnya.

Nasrul Abit juga mengajak siswa yang saat ini masih duduk di kelas X dan XI, agar mempersiapkan diri dari sekarang, karena ke depan akan mengalami hal yang sama, bahkan tantangan akan bisa lebih dari siswa yang telah lulus saat ini.

“Bulatkan tekad di hati Ananda masing-masing dari sekarang, untuk lebih disiplin lagi, terutama dalam belajar, karena ke depan nanti, Anandalah yang akan menjadi penerus atau bahkan menjadi pemimpin di negeri ini,” ucapnya.

Nasrul Abit juga berpesan untuk kepala sekolah dan para guru, merupakan cerminan dari sebuah sekolah, dan keberhasilan suatu sekolah sangat tergantung dari kemampuan dan disiplin yang diterapkan kepala sekolah dan para gurunya.

“Untuk guru-guru, juga saya tekankan untuk terus meningkatkan kemampuannya, jangan sampai pengetahuan guru di bawah pengetahuan para siswanya, karena saat ini untuk meningkatkan kemampuan cukup mudah, salah satunya dengan pemanfaatan perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Sesuai UU No. 32/2014 tentang pemerintah daerah, SMA/ SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Tentunya seluruh sekolah yang ada di Sumatra Barat untuk melakukan menginventarisir kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan, agar menjadi prioritas, dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Sumatra Barat.

“Data terakhir yang kami dapat, hingga sekarang masih ada sekolah saat pelaksanaan Ujian Nasional masih berbasis kertas dan pensil (UNKP), seperti di Mentawai. Ini harus menjadi perhatian bagi kita, bagaimana tahun depan dapat sama dengan yang lainnya, minimal secara bertahap,” jelasnya.

Dalam rangka menyukseskan  pelaksanaan Pemilu serentak di Sumatra Barat, 17 April 2019, Wagub mengajak para siswa sebagai pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya secara baik, dalam tanggungjawabnya sebagai anak bangsa dalam pesta demokrasi untuk kesinambungan pembangunan.

“Suara pemilih pemula berpengaruh dalam menentukan wajah bangsa ini ke depan, baik itu untuk pemilihan presiden dan wapres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, serta Kabupetan/ Kota, dan sekali lagi jangan Ananda sampai golput,” harapnya.

Lihat juga...