hut

Wahyu Sadono Sukses Jualan Jus Buah Tanpa Es

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jeli melihat peluang pasar dan kreatif dalam membangun usaha, itu yang dilakukan Wahyu Sadono. Ia sukses membuka bisnis jus aneka buah yang dipasarkan secara online dan offline.

“Saya jualan jus buah sudah tujuh tahunan, dan tidak memiliki tempat khusus. Hanya melalui pesanan dan ikut bazaar,” kata Wahyu Sadono, pemilik Jasmine Juice Buah, kepada Cendana News, Selasa (23/4/2019).

Jasmin Jus memiliki kelebihan tersendiri, murni, sehat dan menyegarkan. Karena dalam prosesnya dibuat tanpa menggunakan es batu sama sekali.

“Dinginnya murni setelah dimasukkan ke dalam kulkas atau ke freezer,” jelas Wahyu, saat ditemui di rumah produksinya di Kompleks Bumi Mutiara, Bojongkulur, Kabupaten Bogor.

Aneka jus buah yang diproduksi Wahyu, ada sembilan jenis buah, seperti sirsak, jeruk, kedondong, sawo, stroberi, dan buah naga. Sedangkan untuk harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000, dengan rasa buah pilihan.

Dalam proses jus buah Jasmine, diproduksi seperti biasa, air putih, blender seperti biasa dan ditambah gula secukupnya. Istimewanya, tanpa menggunakan es batu dan tanpa bahan pengawet apa pun. Sehingga penyuka jus buah akan merasakan dingin langsung dari kulkas.

Jika disimpan di dalam kulkas, jus buah Jasmine mampu bertahan tiga hari. Tetapi bila disimpan di dalam freezer, jus bisa bertahan sampai tujuh hari.

Untuk penjualan, Wahyu sudah memiliki pelanggan tetap atau pun mereka yang mengetahui melalui grup WAhatsApp yang biasa order.

“Omzet hari biasa, pesanan hanya berkisar 30-40 botol, mereka biasanya datang langsung atau order melalui go jeck atau go grab. Berbeda dengan weekend, jumlah pesanan meningkat drastis bisa mencapai 250 botol,” papar Wahyu, mengaku sering ikut bazar.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini juga jus Jasmine kerap dipesan setiap hari Jumat untuk dijadikan sebagai sedekah Jumat. Tapi kalau sedekah Jumat, kemasannya dalam cup gelas, dan harganya hanya Rp5.000.

Wahyu mengatakan, bisnis jus buah untungnya bisa 50 persen. Dalam satu botol jus buah, modalnya hanya Rp5.000 dan dijual Rp10.000. Menurutnya, mahal biaya produksi hanya listrik. Dan, paling banyak dipesan seperti buah jambu, sirsak dan alpukat.

“Bisnis jus buah ini, mahalnya dibiaya listrik. Tahu sendiri, sekarang tarif listrik naik terus dan ini sangat memberatkan bagi saya usaha kecil begini, karena blender memerlukan listrik. Kalau pesanan banyak, maka daya listrik kian meningkat,” tandasnya.

Wahyu mengaku, buah yang digunakan untuk membuat jus adalah buah pilihan yang dibelinya di pasar sekitar Bojongkulur. Dia harus turun langsung ke pasar, memastikan kualitas buah, karena untuk buah sirsak dan alpukat harus yang pas, karena jika buah yang dijus kurang matang, jus akan pahit. Begitu pun kalau sudah kematangan, rasanya akan berbeda.

“Seperti alpukat, sirsak harus benar-benar pas matangnya. Kalau mentah, rasanya pahit untuk sirsak, begitu pun buah alpukat agak susah dicari, memastikan kualitas buah,” pungkasnya.

Lihat juga...