Wali Kota Balikpapan: Partisipasi Pemilih Pemilu Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengklaim, angka partisipasi pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada 17 April 2019 mengalami peningkatan dari Pemilihan Gubernur tahun lalu.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menyebutkan, angka partisipasi pemilih pemilu mencapai 79,97 persen dan angka tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini angka partisipasi pemilih juga meningkat. Berdasarkan data kami sekitar 79,97 persen. Jadi ada kenaikan sekitar 10 persen lebih,” kata Rizal, saat video conference dengan Pemerintah Provinsi Kaltim yang diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Muhammad Sa’bani, Kamis (18/4/2019).

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, saat video conference dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan KPU Kaltim – Foto: Ferry Cahyanti

Data meningkatnya angka partisipasi tersebut berdasarkan pada pantauan. Misalnya data pemilih seperti mahasiswa yang berada di luar kota pulang ke Balikpapan untuk melakukan pemungutan suara.

“Berdasarkan pantauan ke TPS dan lainnya. Bahkan warga cukup antusias dalam melakukan pemungutan dengan melihat padatnya TPS,” ucapnya di Aula Kantor Pemkot Balikpapan.

Rizal mengatakan, selama pelaksanaan pemungutan suara berlangsung, secara umum dapat berjalan lancar dan aman, kendati ada beberapa persoalan seperti surat suara tertukar.

“Secara umum ia melihat pelaksanaan Pemilu serentak berjalan baik dan aman. Termasuk juga keikutsertaan pemilih yang menyalurkan suaranya di TPS,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU kota Balikpapan, Noor Thoha, mengaku belum dapat menyebutkan angka partisipasi pemilih karena saat ini tengah dilakukan proses rekap suara hingga awal Mei nanti.

“KPU belum dapat menyebutkan angka, dan yang dikeluarkan Pemkot itu data dari Wali Kota bukan dari KPU,” tandasnya.

Namun, ia menilai terjadi peningkatan bisa saja terjadi karena berdasarkan pantauan pemungutan suara hingga pukul 12.00 masih dipadati pemilih. Padahal pemilu sebelumnya pada pukul 11.00 sudah sepi.

“Memang kalau kita lihat TPS cukup dipadati pemilih. Biasanya jam 11.00 sudah sepi, ini masih ramai bahkan ada yang mengantre,” akunya.

Noor Thoha berharap, angka partisipasi bisa meningkat seperti data yang disampaikan pemerintah kota. “Kalau itu tercapai, artinya ada kenaikan dari target kita yang hanya 70 persen,” imbuhnya.

Dalam video conference dengan Pemprov Kaltim dihadiri juga Kapolres, Dandim, Danlanal dan Danlanud Balikpapan serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Lihat juga...