Wali Kota Malang Dorong Siswa SMK Jadi Pengusaha

Editor: Satmoko Budi Santoso

228

MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji, mendorong para siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak hanya bisa menjadi karyawan di sebuah perusahaan industri, tetapi juga harus bisa menjadi entrepreneur atau pengusaha untuk membuka lapangan kerja bagi orang lain.

“Saya tidak pernah bangga kalau siswa hanya siap dicari perusahaan untuk bekerja. Saya inginnya justru mereka siswa lulusan SMK bisa menjadi entrepreneur sehingga mampu membuka lapangan kerja untuk orang lain,” ujarnya saat membuka Edu dan Job Fair di SMKN 6 Malang,” Senin (15/4/2019).

Sutiaji menyebut, saat ini angka pengangguran terbuka di kota Malang adalah yang tertinggi di Jawa Timur. Oleh karenanya ia berharap, dengan kesiapan siswa SMK untuk menjadi entrepreneur mampu mengurangi angka pengangguran terbuka di kota Malang.

“Jiwa entrepreneur siswa SMK harus terus dibangun agar bisa menjadi startup baru. Karena saat ini kita bukan hanya menyiapkan tenaga kerja untuk diserap industri, tetapi juga menyiapkan siswa menjadi entrepreneur. Harapan kami hal ini bisa mengurangi tingkat pengangguran terbuka,” tandasnya.

Menurutnya, meskipun pelan tapi pasti, walaupun dulu tertatih-tatih, saat ini sudah ada perubahan mindset masyarakat terkait paradigma pendidikan yang sudah mulai bergeser menjadi lebih baik.

Dimana sesungguhnya pendidikan tidak mengajak anak-anak untuk bergantung, tetapi mengekspresikan kemampuan mereka, yang salah satunya bisa dilakukan dengan menjadi entrepreneur.

Sejumlah siswa SMK di Malang – Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, kepala sekolah SMKN 6 Malang, Drs. Sidik Priyono, menyambut baik dorongan yang diberikan Wali Kota Malang untuk mempersiapkan siswa SMK menjadi entrepreneur. Hanya saja menurutnya, dibutuhkan modal yang besar bagi siswa SMK untuk berwirausaha, khususnya bagi jurusan yang berhubungan dengan mesin dan teknologi.

“Kalau di otomotif mungkin bisa dengan membuka bengkel. Tapi kalau di permesinan kemungkinan akan sulit sekali untuk menjadi entrepreneur karena membutuhkan modal yang begitu besar,” ujarnya.

Tetapi, lanjutnya, pihaknya akan mencoba  menghubungkan yang ingin berwiraswasta dengan UKM maupun bank. Supaya bisa membantu para siswa yang ingin menjadi entrepreneur.

Disampaikan Sidik, berdasarkan data tahun lalu, sejumlah 749 dari jumlah lulusan 2018 kemarin, diterima di perusahaan kurang lebih 438 siswa dan yang menjadi wiraswasta sebanyak 158.

“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menaikkan prestasi siswa, baik dalam hal bekerja maupun berwirausaha,” pungkasnya.

Lihat juga...