hut

Warga Binaan LP Mataram Diharap Difasilitasi Gunakan Hak Pilih

Editor: Makmun Hidayat

MATARAM — Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Sri Puguh Budi Utami, berharap semua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas l Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang telah memiliki hak pilih bisa difasilitasi penyelenggara Pemilu untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

“Karena itulah penyelenggara Pemilu diharapkan bisa fasilitasi. Jangan sampai ada yang golput” kata Sri Puguh Budi Utami di Mataram, Jum’at (12/4/2019).

Dia melanjutkan, tidak boleh ada diskriminasi. Warga LP juga berhak menggunakan pilih guna memilih calon pemimpin lima tahun mendatang, baik presiden, DPD RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota di NTB.

Pihaknya mendukung warga binaan bisa menggunakan hak pilih, bagi yang belum melakukan rekaman atau memiliki e-KTP di-suport dengan menjalin kerjasama antara Kemenkum HAM dengan Dirjen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Semuanya di- support, bagi mereka yang belum rekam atau cetak e-KTP. Kalau di pusat kerjasama dilakukan dengan Dirjen Dukcapil, sementara di daerah dengan Dinas Dukcapil” katanya.

Sri pun berharap semua warga binaan LP yang memiliki hak pilih bisa menggunakan hak pilih dengan sebaik baiknya. Disebutkan Sri, nanti pada hari pemungutan suara 17 April 2019, akan ada TPS khusus bagi warga binaan di dalam rutan tentu disesuaikan dengan jumlah pemilih.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud menjelaskan, jumlah pemilih pada Pemilu 2019 di Provinsi NTB sendiri berdasarkan DPTHP3 per 3 April 2019 sebanyak 3.667.775 yang terdiri dari pemilih laki-Laki 1.801.219 dan perempuan 1.866.556.

Suhardi melanjutkan bahwa rekapitulasi akan dilakukan di PPK, KPU kabupaten/kota dan KPU provinsi. Ia menyebutkan, khusus rekapitulasi tingkat PPK akan memakan waktu maksimal selama 17 hari, karena itu dibutuhkan gudang penyimpanan Kotak Suara di tingkat kecamatan, yang memerlukan pengawalan dan pengamanan.

Dirinya juga optimis, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di NTB akan meningkat lebih besar. Keyakinan tersebut didasarkan pada Pilgub NTB 2018, dimana tingkat partisipasi pemilih mencapai 75 persen lebih.

Lihat juga...