Warga Ketapang Budidayakan Tebu Kuning

Editor: Mahadeva

172

LAMPUNG – Budi daya tanaman tebu bagi sebagian orang masih belum dianggap sebagai peluang menghasilkan uang. Padahal, nilai jual tebu cukup menjanjikan.

Ahmad Fadoly (40), warga Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan membudidayakan tebu (Saccharum officinarum L) varietas tebu kuning. Penanaman tebu memanfaatkan lahan kosong di tepi Jalan Lintas Timur (Jalinpantim) Sumatera. Budi daya tebu kuning atau tebu morris, bermula dari usaha berjualan es tebu. Kebutuhan bahan baku, membuat Dia mulai mengembangkan tanaman tersebut dengan sistem stek batang.

Bibit tebu didatangkan dari Lampung Timur. Menanam ratusan batang, kini ratusan rumpun tanaman tersebut, sudah memasuki generasi kesembilan dan masih terus berkembang. Seusai berhenti berjualan es tebu, Doly memilih menjadi pemasok tebu kuning. Peluang yang ada mendorongnya, mengembangkan tebu secara serius. Setiap pekan, Doly, menerima pesanan 500 hingga 700 batang tebu dari 20 hingga 30 pedagang es tebu.

“Saat ini saya fokus pada usaha kuliner makanan pecel lele namun budi daya tebu masih saya jalankan, karena proses perawatan mudah dan murah, yang terpenting rutin melakukan pembersihan lahan dan pemberian pupuk,” terang Ahmad Fadoly saat ditemui Cendana News, Senin (15/4/2019).

Ahmad Fadoly menyiapkan bibit tebu kuning yang akan dipencarkan – Foto Henk Widi

Ahmad Fadoly menanam tebu saat harga jual masih Rp500 perbatang. Saat ini, tebu ukuran satu meter harganya Rp2.000 perbatang. Dengan harga tersebut, omzet yang didapat Rp1juta untuk sekali kirim. Selain dikonsumsi, tebu kuning yang kerap dipergunakan sebagai pelengkap upacara adat Bali, membuat kebutuhan tebu cukup banyak. Khusus untuk kebutuhan upacara adat permintaan bisa mencapai ratusan batang.

Budi daya tebu di lahan kosong dilakukan karena lahan tersebut kerap hanya menjadi lahan pembuangan sampah. Tanah yang disiapkan untuk lokasi budi daya tebu kuning merupakan tanah aluvial, berupa endapan lumpur dan pasir. Pemberian pupuk sangat mempengaruhi pertumbuhan sekaligus cita rasa tebu yang dihasilkan. Rasa manis maksimal bisa diperoleh, melalui pemberian pupuk dan perawatan yang baik.

Penanaman dilakukan dengan bibit tebu batang muda, saat memasuki usia tujuh bulan, dengan sistem pemilihan ruas sebagai stek. Tanaman tebu bisa dipanen saat memasuki usia sembilan bulan hingga 12 bulan. Pemilahan batang yang akan dijual, bergantung dari usia karena berpengaruh pada tingkat rasa manis. Pada satu rumpun tanaman tebu, dilakukan upaya pengurangan batang, saat jumlah batang terlihat sudah maksimal.

Pemencaran dengan menanam tebu pada lahan baru, kerap dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal, sekaligus panen bisa dilakukan bergilir. Penjadwalan penanaman tebu sangat penting, karena tebu harus bisa dipanen secara seragam. Selain di lahan pekarangan, penanaman juga dilakukan di tanggul sawah. Penanaman tumpang sari dilakukan, untuk mengantisipasi permintaan dalam jumlah banyak.

Lihat juga...