‘Wijaya Kusuma Nutrition’ Hasilkan Panen Padi Melimpah

Editor: Koko Triarko

605

BANYUMAS – Panen perdana di demplot tanaman padi yang menggunakan pupuk organik Wijaya Kusuma Nutrition, di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, hasilnya melimpah. Meskipun belum dihitung secara rinci, namun dipastikan ada kenaikan produksi, sebab dari bulir padi sudah terlihat penuh.

Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav. Dani Wardhana, yang hadir dalam acara panen perdana, mengatakan, pupuk Wijaya Kusuma merupakan pupuk organik yang dilengkapi dengan kandungan nutrisi untuk tanaman. Sehingga, tanaman bisa berkembang maksimal dan menghasilkan panen yang lebih banyak.

Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav., Dani Wardhana, memberikan penjelasan tentang pupuk wijaya kusuma kepada para petani di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. -Foto: Hermiana E. Effendi

“Pupuk wijaya kusuma ini mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman, hasilnya juga padi organik dan sehat. Ini sudah terbukti di beberapa demplot yang dimiliki. Selama ini, masalah yang dikeluhkan petani adalah kesuburan tanah yang terus menurun, dan pupuk ini juga bisa menjadi solusi,” terang Danrem, di sela panen bersama, Senin (15/4/2019) sore.

Lebih lanjut, Danrem memaparkan, masalah kesuburan tanah, serangan hama, PH tanah yang rendah, merupakan kondisi riil di lapangan yang dihadapi para petani. Dan, Korem Wijayakusuma hadir untuk memberikan solusi, sebagai bentuk komitmen TNI untuk menjaga ketahanan pangan.

“Kita tidak ingin mengintervensi petani atau menyalahkan pihak mana pun, namun kita hadir untuk memberikan solusi, dengan bukti nyata. Karena yang kita lakukan dengan menggandeng tim ahli pertanian ini, mempunyai tujuan jangka panjang, yaitu untuk memperbaiki lahan pertanian dan mengembalikan kesuburan tanah,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, yang juga hadir dalam panen bersama tersebut, mengatakan, selama ini produksi pertanian cenderung stagnan, karena kondisi lahan yang menurun kesuburannya.

Hal tersebut akibat petani sudah terlalu lama menggunakan pupuk kimia. Karena itu, keberadaan pupuk wijaya Kusuma Nutrition ini memberikan harapan baru, karena pupuk ini mampu memperbaiki tekstur tanah.

“Saya mewakili petani di Banyumas, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Danrem, sungguh luar biasa, begitu fasihnya Pak Danrem berbicara tentang PH tanah, rumpun padi dan sebagainya, sudah melebihi orang pertanian. Hal ini menunjukkan, bahwa komitmen TNI dalam mewujudkan kedaulatan pangan sangat serius dan dibuktikan dengan kerja nyata, petani kita pun sudah menikmati hasilnya,” kata Widarso.

Widarso menambahkan, setelah mengantongi izin dari Kementerian Pertanian, pihaknya siap untuk mensosialisasikan secara luas penggunaan pupuk Wijaya Kusuma Nutrition kepada para petani. Sebab, pupuk tersebut memang sangat dibutuhkan saat ini, untuk meningkatkan hasil pertanian dan mengembalikan kesuburan tanah.

Demplot  di Desa Banjarsari Kulon ini merupakan demplot kedua yang menggunakan pupuk Wijaya Kusuma Nutrition di wilayah Banyumas. Demplot utama berlokasi di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, seluas 1 hektare. Diperkirakan, demplot di Karanglewas ini akan segera menyusul untuk panen dalam satu bulan ke depan.

Terkait pupuk Wijaya Kusuma ini, Danrem mengatakan, pupuk tersebut sudah dipatenkan oleh Korem. Selain itu, dari uji laboratorium yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sudah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat.

Demplot-demplot juga sudah bertebaran di wilayah Korem Wijayakusuma, sehingga sudah siap untuk dimasifkan penggunaannya.

Sementara itu, salah satu petani, Warji, mengatakan, dari segepok tanaman padi yang diambil dari lahan panen, ia mendapatkan gabah cukup banyak, sampai 5 kilogram.

“Hanya segepok tanaman padi, tetapi gabahnya cukup banyak dan beratnya sampai lima kilogram, karena bulir padinya penuh,” katanya, sambil terus memandangi gabah miliknya.

Lihat juga...