hut

Wing Tjien, Bupati Banjarnegara Rawat Enam Bayi Terbuang

Editor: Koko Triarko

BANJARNEGARA – Bupati yang berasal dari warga keturunan masih belum banyak dijumpai, dan Kabupaten Banjarnegara beruntung memiliki Bupati Budhi Sarwono, warga keturunan yang sudah menjadi mualaf sejak 1998, dan mau berbuat banyak kebaikan untuk masyarakat.

Tak hanya kerap memperbaiki jalan rusak dengan dana pribadi, Wing Tjien, sapaan Budhi Sarwono ini, juga mempunyai ‘hobi’ mengadopsi bayi-bayi yang dibuang orang tuanya.

Ada 6 anak adopsi yang sekarang ikut tinggal di rumah dinasnya, belakang pendopo Kabupaten Banjarnegara. Anak-anak tersebut diadopsi Wing Tjien sejak 2004, sebelum ia menjadi bupati.

Anak pertama yang diadopsi diberi nama Nanda, bayi tersebut ditemukan warga dibuang di tempat pencucian bus. Saat ini Nanda sudah duduk di kelas 1 SMP dan memanggil Wing Tjien dengan sebutan Papah.

Hanya berselang satu bulan, Banjarnegara dihebohkan dengan adanya orang gila di pasar yang melahirkan bayi laki-laki. Bayi tersebut dimandikan di selokan pasar, warga menemukan bayi tersebut dalam kondisi yang sangat memperihatinkan.

Tanpa pikir panjang, Wing Tjien langsung mengambil bayi tersebut dan mengadopsinya. Ia beri nama bayi tersebut Ilham, dan sekarang juga sudah duduk di bangku SMP.

Kebiasaan mengadopsi bayi terbuang ini berlanjut, ada Ratna (6) yang menderita jantung bocor, ada Loli, Nayla. Hingga yang terakhir ada Arjuna, yang diadopsi saat Wing Tjien baru enam bulan dilantik menjadi Bupati Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono bersama Timin, warga Banjarnegara yang sebelumnya dipasung oleh keluarganya, karena hilang ingatan. Timin kini tinggal di rumah Dinas Bupati Banjarnegara. Foto: Hermiana E. Effendi

“Semua anak-anak adopsi saya, yang memotong ari-arinya saya sendiri. Mereka ini bayi-bayi tidak berdosa, tetapi dibuang begitu saja oleh orang tuanya. Sekarang mereka sudah tumbuh beranjak dewasa, yang terkecil Arjuna, usianya sekarang 1,5 tahun, saat ditemukan ia sudah kedinginan dan dikerumuni lalat,” cerita Wing Tjien, Minggu (7/4/2019).

Awalnya, banyak suara miring, saat Budhi Sarwono mengadopsi bayi-bayi terbuang tersebut. Ada yang mengatakan, ia sudah tidak waras, karena memelihara anak yang tidak diketahui asal-usulnya, dikhawatirkan ada yang terkena HIV/AIDS dan banyak suara sumbang lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Wing Tjien membuktikan kepada masyarakat, bahwa berbuat baik itu tidak harus melihat kepada siapa atau asal-usulnya dari mana, karena semua manusia adalah ciptaan Tuhan.

Bukti, bahwa pandangan masyarakat sudah berubah adalah, saat Wing Tjien mencalonkan diri menjadi Bupati Banjarnegara pada 2017, ia mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Ternyata tidak hanya bayi terbuang yang menggugah hati Wing Tjien. Belum lama ini, ada salah satu warga Banjarnegara, Timin Satimin (35), yang mengalami gangguan jiwa sepulang dari merantau di Jakarta. Ia nyaris membakar rumah dan oleh keluarganya di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Timin akhirnya dirantai dan dipasung.

Mendengar kabar tersebut, Budhi Sarwono langsung datang ke rumah Timin, dan meminta keluarga untuk melepaskan Timin dari pasungan.

Dinas Sosial Banjarnegara kemudian mengirim Timin ke Magelang untuk menjalani perawatan kejiwaan. Setelah enam bulan menjalani perawatan dan dinyatakan sembuh, dalam arti sudah tidak lagi membahayakan warga, Timin dipulangkan ke Banjarnegara.

Namun, pihak keluarga menolak kepulangan Timin. Tanpa berpikir dua kali, Wing Tjien langsung membawa Timin ke pendopo dan memberinya satu kamar untuk tinggal.

“Sekarang Timin tinggal di sini, ikut bantu-bantu bersih-bersih pendopo. Nanti kalau sudah sembuh total, perlahan akan kita arahkan minatnya ke mana, nanti bisa kursus dan bekerja di luar. Karena sekarang kondisinya belum sembuh total, kadang masih suka diam termenung sendiri,” tutur Wing Tjien.

Terkait ‘hobi’-nya merawat bayi serta orang terbuang ini, Wing Tjien bertutur, hidup di dunia harus berani menanggung risiko untuk direpotkan dengan masalah. Jika ada orang yang ingin lari dari masalah dengan membuang bayi-bayi mereka, maka harus ada orang lain yang mau menerima masalah tersebut dan menyelesaikannya.

Pengusaha sukses kelahiran 27 November 1962 ini, sudah memiliki dua putri yang sudah menikah. Kedua putrinya, Laksmi Indaryani dan Amalia Desiana, sangat mendukung semua hal yang dilakukan Wing Tjien, termasuk dalam hal mengadopsi anak. Begitu pun istrinya, Marwiyah.

“Daripada saya memelihara janda-janda muda, nanti istri malah ribut,” gurau, Budhi Sarwono.

Uluran tangan Wing Tjien kepada anak-anak ini sangat berarti bagi masa depan mereka. Dari status bayi terbuang, kini mereka terangkat menjadi anak seorang bupati dan pengusaha sukses.

Di tengah kesibukannya sebagai bupati, Wing Tjien juga selalu menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan ke enam anak adopsinya, mulai dari perbincangan dengan anaknya yang sudah di bangku SMP tentang pelajaran dan teman-teman sekolahnya, hingga sekadar bercanda dengan si bungsu Arjuna yang sekarang sudah pandai berjalan.

Kedekatan selayaknya ayah dan anak, tanpa batas, tanpa sekat. Kehidupan baru yang diberikan Wing Tjien kepada anak-anak ini, membuat senyum mereka merekah dan melihat senyum mereka, menjadi kebahagiaan yang tak ternilai harganya bagi seorang Wing Tjien.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com