hut

Aktivitas Tambang Timah di Bangka Tengah Merambah Kawasan Terlarang

Polres Bangka Tengah menertibkan puluhan ponton/tambang timah rajuk di kawasan Marbuk, Koba, Bangka Tengah, Babel, Senin (20/5/2019) - ( Foto Ant)

KOBA – Aktivitas tambang bijih timah di Bangka Tengah mulai masuk ke kawasan Marbuk. Sebuah lokasi terlarang, karena merupakan daerah resapan air untuk mengantisipasi terjadi banjir.

“Ada puluhan ponton tambang timah inkonvensional (mesin pengeruk timah) yang kami tertibkan saat beroperasi di kawasan Marbuk,” kata Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang, saat memimpin langsung operasi penertiban aktivitas tambang, di Koba, Senin (20/5/2019).

Ada beberapa alasan, kenapa penambang ditertibkan. Mereka menambang secara sporadis, tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Kemudian, mereka menambang di daerah resapan air dan daerah aliran sungai, sehingga jika terus dieksplorasi jelas berdampak pada banjir.

Kemudian, kawasan tersebut merupakan lokasi eks PT Koba Tin, yang merupakan timah cadangan negara yang tentu saja tidak boleh dieksploitasi secara sporadis. “Ini penertiban yang sudah kesekian kalinya, dan sekarang kami melakukan tindakan lebih tegas, peralatan tambang mereka dibongkar paksa, dan hari ini Marbuk harus bersih dari aktivitas tambang,” tegasnya.

Marbuk merupakan kawasan pertambangan bijih timah, yang sampai saat ini secara legalitas masih milik PT Koba Tin. Meski kawasan tersebut, sudah ditinggalkan sejak lama. Kawasan tersebut sengaja diisolasi dari kegiatan penambangan bijih timah, karena secara tata ruang kota, sangat rawan ketika dieksploitasi. Dampaknya, akan membuat Kelurahan Berok terancam tenggelam akibat banjir bandang. Kawasan Marbuk, Kinari, dan Pungguk, merupakan lokasi yang memiliki cadangan timah cukup tinggi. Namun kawasan tersebut, berada di titik nol Kecamatan Koba dan menjadi daerah resapan air. (Ant)

Lihat juga...