hut

Angka UHC di Bali Hampir 100 Persen

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Asisten Deputi Monitoring Evaluasi Kedeputian BPJS Wilayah Bali NTT dan NTB, Nyoman Wiwiek Yuliadewi, menyatakan, dari data yang ada, tercatat di pulau Bali hingga saat ini angka keikutsertaan masyarakat sudah menyentuh 99,09 persen, dari 4,2 juta jumlah penduduk. Ini menunjukkan angka universal health coverage (UHC) di Bali sedikit lagi mencapai angka 100 persen.

“Sebab itu, kami mengapresiasi keikutsertaan dan kesadaran PNS dan masyarakat Bali secara umum, untuk turut mendukung program JKN,” ucap Wiwik, saat Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) provinsi Bali di ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (7/5/2019).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. -Foto: Sultan Anshori

Wiwiek juga mengingatkan kembali kepada para PNS, untuk mendaftarkan anggota keluarganya. Selain itu, dijelaskan pula, bahwa dengan dukungan Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan, JKN diharapkan mampu berjalan dengan lebih baik dan berkualitas.

“Sekarang untuk anak ditanggung oleh BPJS kesehatan, hingga anak ketiga sampai dengan usia 21 tahun, tanpa tambahan biaya alias sama dengan iuran sebelumnya. Tentunya dengan dukungan semua stakeholders, pemerintah, BPJS, provider pelaksana dan masyarakat sebagai peserta,” jelas Wiwik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mendorong pemahaman akan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan PNS di lingkungan pemerintah Provinsi Bali, bisa semakin baik dan segera dapat ter-cover secara keseluruhan.

“Dengan sosialisasi ini, saya harap kita semua bisa memahami hak dan kewajiban kita sebagai peserta JKN, termasuk pemahaman apa saja layanan yang didapatkan,” ujar Dewa Indra.

Selain mengetahui layanan yang berhak diterima, Sekda Dewa Indra juga mengharapkan pemahaman yang baik dari para peserta JKN pada prosedur yang harus dijalani dalam memperoleh layanan. Namun, tentu pihaknya tetap berharap lebih baik menjaga sehat dari pada menggunakan layanan BPJS.

“Untuk itu, saya juga mengingatkan kepada semua yang ada di sini untuk menyebarluaskan informasi yang diterima kepada seluruh jajarannya di OPD masing-masing. Saya harap, semua masyarakat sehat, jadi kita yang sehat-sehat ini secara gotong royong turut membantu saudara-saudara kita yang sakit,” pungkas mantan Kalak BPBD Bali ini.

Lihat juga...