hut

Angkutan Lebaran, Daop 5 Kerahkan 1.552 Personel

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Selama masa angkutan lebaran Daop 5 Purwokerto mengerahkan seluruh personel-nya untuk melayani masyarakat. Hal itu untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan Kereta Api (KA).

Kepala Daop 5 Purwokerto, Agus Setiyono memberikan penjelasan tentang masa angkutan lebaran. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Total ada 1.552 pegawai Daop 5 yang dikerahkan, untuk melayani masa angkutan lebaran yang dimulai Minggu (26/5/2019). Kepala Daop 5 Purwokerto, Agus Setiyono, mengatakan, tidak ada cuti pegawai selama masa angkutan lebaran.

Sebaliknya seluruh personel turun untuk memaksimalkan persiapan angkutan lebaran. “Angkutan lebaran dimulai, Minggu (26/5/2019)  sampai dengan 16 Juni 2019. Selama 22 hari. Seluruh pegawai dikerahkan, termasuk Polsuska, security,” jelasnya, usai apel personel, Minggu (26/5/2019).

Menandai hari pertama masa angkutan lebaran, Daop 5 melaksanakan gelar pasukan di halaman kantor Daop 5 Purwokerto. Kegiatan tersebut, untuk memastikan kesiapan. Daop V memastikan, sumber daya yang ada siap melayani konsumen secara maksimal.

Kesiapan mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan. Dengan maksimalnya persiapan, seluruh proses perjalanan mudik maupun balik berjalan akan lancar tanpa kendala.

Untuk pengamanan dikerahkan 133 personil Polsuska dan 225 personil security. Selain itu juga ada penambahan pengamanan dari TNI/Polri sebanyak 118 personil, sehingga total pengamanan melibatkan 483 personil. Dari tenaga eksternal juga melibatkan masyarakat dalam Customer Service Mobile sebanyak 15 orang serta Railfans  atau pecinta KA sebanyak 46 orang.

Sementara untuk kondisi darurat dalam hal kesehatan, juga ditempatkan tenaga medis sebanyak 21 orang yang tersebar pada empat stasiun, yaitu Stasiun Purwokerto, Kutoarjo, Kroya dan Stasiun Cilacap. Tenaga medis di tiap stasiun juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. Hal itu, sebagai antisipasi jika ada pasien yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

“Sehingga jika ada penumpang ataupun pegawai yang sakit bisa cepat diberikan pertolongan pertama dan jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit ataupun puskesmas terdekat,” terang Agus.

Terkait kesiapan prasarana, Daop 5 Purwokerto mengklaim sudah melakukan perawatan prasarana yang ada, seperti rel, jembatan dan persinyalan. Termasuk melakukan pemetaan daerah-daerah rawan disepanjang jalur KA, dengan menempatkan petugas maupun peralatan siaga berupa Alat dan Material Untuk Siaga (Amus) di 20 lokasi.

Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, mobilisasi Amus dilakukan dengan menerjunkan personil flying gang. “Di wilayah Daop 5 ada 12 lokasi yang termasuk wilayah rawan longsor dan rawan banjir, sehingga Amus disiagakan pada beberapa titik yang mudah terjangkau,” pungkasnya.

Lihat juga...