Atasi Kemacetan, Polres Lamsel Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Kepolisian Resor Lampung Selatan (Lamsel) atasi kemacetan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Kapolres Lamsel, AKBP Muhammad Syarhan, SIK menyebut rekayasa lalu lintas akan disiapkan dengan tiga pola operasi saat angkutan mudik lebaran 1440 H/2019.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhammad Syarhan, SIK (kiri) bersama Wakapolda Lampung Kombes Pol Rudi Setiawan saat meninjau pengamanan di pelabuhan Bakauheni, Lampung – Foto: Henk Widi

Pola operasi tersebut diterapkan dengan kode warna meliputi hijau, kuning dan merah. Tiga warna tersebut menggambarkan kondisi lalu lintas di pintu masuk pelabuhan Bakauheni saat arus mudik dan balik yang diprediksi mulai terjadi 30 Mei mendatang.

Standar Operasional Prosedur (SOP) diantaranya kode warna hijau menandakan situasi arus kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan Bakauheni lancar atau normal. Kode warna kuning terjadi saat terjadi antrian kendaraan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni terjadi satu kilometer dari pintu masuk.

Kode merah diberlakukan saat terjadi antrian pada akses Jalan Lintas Sumatera (JTTS) dan Jalinsum. Sebagai antisipasi rekayasa lalu lintas akan diberlakukan dengan pembuatan jalur khusus memakai water barrier.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut diakui Muhammad Syarhan sudah dikoordinasikan dengan PT. ASDP Indonesia Ferry.  Sebab jalur khusus saat penerapan rekayasa lalu lintas berkaitan dengan pengaturan kendaraan roda empat dan roda dua yang akan menuju pelabuhan Bakauheni.

Kanalisasi jalur menuju loket penjualan tiket akan dilakukan memudahkan kendaraan roda dua dan roda empat. Sebab jalur khusus kendaraan roda dua akan diarahkan pada loket penjualan tiket khusus terpisah dengan kendaraan roda empat.

Akses jalur khusus kendaraan roda dua disiapkan di sisi Jalinsum menuju pelabuhan Bakauheni untuk mengantisipasi puncak arus balik – Foto: Henk Widi

“Rekayasa lalu lintas untuk angkutan lebaran sudah dikoordinasikan dengan korps lalu lintas Polri, Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung agar tidak terjadi kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni saat puncak arus mudik dan balik lebaran,” terang Muhammad Syarhan, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (21/5/2019).

Rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan tersebut seiring dengan pemberlakuan imbauan tanda nomor kendaraan ganjil dan genap yang akan menyeberang. Khusus di pelabuhan Bakauheni sesuai edaran dari Dirjen Hubdat penerapan sistem ganjil genap akan dilakukan sejak tanggal 7 Juni (H+1) hingga tanggal 10 Juni (H+3).

Sementara di pelabuhan Merak akan diterapkan pada 30 Mei (H-6) hingga 2 Juni (H-3) mulai pukul 20.00 hingga pukul 08.00 WIB. Sosialisasi terkait penerapan sistem tersebut sudah dilakukan sejak 9 Mei silam.

Rekayasa lalu lintas tersebut menurut Muhammad Syarhan berkaitan dengan sudah beroperasinya JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar hingga Palembang. Pengoperasian penuh pada ruas Bakauheni Terbanggi Besar dan fungsional tol Terbanggi Besar-Palembang saat siang hari berpotensi pada kepadatan arus lalulintas.

Antisipasi terhadap kemacetan diakui Muhammad Syarhan juga telah dilakukan dengan penyiapan pos pengamanan di sejumlah titik termasuk jalan tol.

“Antisipasi kemacetan di pintu masuk Bakauheni telah dilakukan dengan menyiapkan loket pembelian tiket yang lebih banyak agar tidak terjadi antrian,“ beber Muhammad Syarhan.

Pemberlakuan rencana manajemen rekayasa lalu lintas tersebut diakui Muhammad Syarhan telah dikoordinasikan dengan ASDP Bakauheni. Sebab seperti tahun sebelumnya jumlah loket tiket kendaraan menjadi salah satu sumber kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Sugeng Purwono, Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut disediakan sebanyak 6 toll gate menuju ke dermaga eksekutif atau dermaga VII.

Selain itu khusus untuk kendaraan roda empat disediakan sebanyak 13 toll gate. Penambahan loket kendaraan roda dua sebanyak 15 toll gate yang akan menggunakan dermaga I pelabuhan Bakauheni.

Penggunaan area dermaga I Pelabuhan Bakauheni sebagai lokasi parkir khusus untuk kendaraan roda dua sekaligus mencegah terjadinya antrian. Sugeng Purwono memastikan akan disediakan tenda khusus bagi pemudik dengan kendaraan roda dua.

“Selain loket permanen khusus untuk kendaraan roda dua disediakan juga loket portable agar tidak terjadi penumpukan kendaraan roda dua saat membeli tiket,” beber Sugeng Purwono.

Sugeng Purwono juga menyebut, disediakan kapasitas parkir kendaraan di dalam dermaga eksekutif sebanyak 600 kendaraan campuran. Sementara di area parkir dermaga reguler disiapkan sebanyak 5 kendaraan.

Sebanyak 6 dermaga dengan 69 kapal disebutnya disediakan untuk mengangkut pemudik dengan kendaraan serta penumpang pejalan kaki. Memudahkan pengguna jasa saat mudik ia menyebut disediakan tiket elektronik dan dalam kondisi tertentu akan diberlakukan manual.

Rekayasa lalu lintas menggunakan jalur khusus disebut Sugeng Purwono telah dilakukan dengan memasang penyekat. Penyekat dari beton yang bisa digeser tersebut sudah dipasang khusus untuk jalur khusus kendaraan roda dua.

Pada pintu masuk ke pelabuhan jalur penyelamat untuk kendaraan rem blong juga telah disiapkan. Selain disiapkan rambu rambu, jalur khusus petugas pengatur lalu lintas dari PT. ASDP dibantu kepolisian akan ditempatkan pada pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...