hut

Bali Dorong Peningkatan Kualitas Pertanian Organik

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung upaya peningkatan kualitas sistem pertanian organik, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini, menyampaikan bahwa yang terpenting saat ini adalah mengubah mindset masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi makanan organik untuk kesehatan.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati -Foto: Sultan Anshori

“Saat ini kita masih berupaya menggiring warga untuk menyukai makanan organik, jangan dilihat dari mahalnya, karena itu investasi kita terutama di bidang kesehatan,” ucap Cok Ace, usai menghadiri Sidang Paripurna ke-2 Masa Persidangan II di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (7/5/2019).

Untuk itu, kata Wagub Cok Ace, pihaknya akan berupaya untuk terus memberikan subsidi kepada petani, terutama petani organik. Apalagi, hingga saat ini produk organik masih terjual dengan harga mahal di pasaran, itu menjadi nilai plus juga bagi petani.

“Ini menjadi prioritas kita, untuk tahun depan kita akan kalkulasi lagi, kita berupaya menaikkan subsidi tersebut,” cetusnya.

Sementara, Ketua Pansus Ir. I Gusti Putu Budiarta, menyampaikan penjelasan terhadap Raperda inisiatif DPRD Provinsi Bali, atas Raperda tentang Sistem Pertanian Organik.

Ia berpendapat, sistem pertanian konvensional telah terbukti mampu meningkatkan produksi pangan, namun petani terjebak dalam teknologi yang tidak bisa mereka ciptakan sendiri.

Sistem pertanian tersebut selain telah menghilangkan varietas lokal, juga berdampak buruk terhadap kondisi tanah, pencemaran lingkungan dan ancaman bagi kesehatan manusia.

“Hal ini disebabkan sistem tersebut membuat petani tergantung dengan berbagai bentuk sarana produksi, seperti ketersediaan bibit unggul, beraneka macam pupuk dan pestisida,” jelas Budiarta.

Lebih lanjut ia menyatakan, karena kondisi alam dan sumberdaya manusia Indonesia dengan kearifan lokalnya yang mendukung, negara ini mempunyai potensi tinggi untuk pengembangan sistem organik, apalagi saat ini mengkonsumsi produk organik sudah menjadi gaya hidup.

Berkaitan dengan pengembangan pertanian organik, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian RI No. 64/ Permentan/ OT.140/ 5/ 2013, tentang sistem pertanian organik, disusul dengan peraturan dari Badan Standarisasi Nasional SNI 6729:2016, yang menetapkan sistem pertanian organik di lahan pertanian.

“Secara umum, substansi pertimbangan pengusulan raperda ini adalah sistem pertanian organik ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan warga. Meningkatnya penggunaan pupuk dan obat-obatan sintetis dan varietas unggul menyebabkan petani akan semakin bergantung pada bahan-bahan tersebut, sistem pertanian organik di Bali belum memenuhi kaidah-kaidah pertanian organik yang diatur oleh UU, sehingga dipandang perlu untuk membuat raperda tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...