Bali Targetkan Kepemilikan Akte Kelahiran 95 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan,  Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terus berupaya mendorong kesadaran masyarakat agar segera mengurus akte kelahiran.

Melalui program Dukcapil Go Digital, tahun 2019 kepemilikan akte kelahiran penduduk usia 0–18 tahun diharapkan mencapai 95 persen.

Dewa Indra juga mengingatkan pentingnya upaya mendorong kesadaran masyarakat agar segera mengurus akte kelahiran karena erat kaitannya dengan pemutakhiran data kependudukan.

Hingga semester dua tahun 2018 lalu, kepemilikan akte kelahiran penduduk Bali usia 0 hingga 18 tahun baru mencapai 77,05 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. -Foto: Sultan Anshori.

“Itu artinya, sebanyak 22,98 persen penduduk usia 0 hingga 18 tahun belum memiliki akte kelahiran,” ujar Dewa Indra dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kepemilikan Akte Kelahiran Melalui Dukcapil Go Digital di Ruang Cempaka Kantor Bappedalitbang Provinsi Bali, Rabu (22/5/2019).

Dikatakannya, persentase itu bukanlah jumlah yang sedikit yaitu mencapai 1,2 juta jiwa. Menurut dia, masih cukup tingginya jumlah penduduk yang belum memiliki akte kelahiran dapat dilihat dari dua aspek yaitu tingkat kesadaran masyarakat dan kinerja lembaga terkait.

Oleh sebab itu, ia mendorong dukcapil se-Bali mengintensifkan edukasi yang dibarengi dengan upaya meningkatkan kinerja pelayanan.

Dewa Indra juga mengapresiasi kegiatan Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Dukcapil Provinsi Bali. Ia berharap kegiatan ini memberi manfaat positif bagi upaya peningkatan kinerja jajaran dukcapil, khususnya dalam pemanfaatan kemajuan IT.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan ini diikuti 50 peserta dari dukcapil Kabupaten/Kota dan berlangsung selama dua hari.

Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam penguasaan teknologi pelayanan secara online.

“Semoga para petugas aparatur negara khususnya di bidang pemutakhiran data kependudukan semakin terampil,” pungkas Jaya Saputra.

Lihat juga...