Bandara Ngurah Rai Diinspeksi Otoritas Bandara Wilayah IV

Editor: Mahadeva

BADUNG – PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, beserta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, menggelar inspeksi keamanan penerbangan dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran 2019, Selasa (14/5/2019).

Dalam rangkaian acara tersebut, Inspektur Keamanan Penerbangan meninjau langsung sejumlah dokumen keamanan bandar udara (bandara). Inspeksi terhadap personel keamanan bandara melalui wawancara, serta inspeksi langsung terhadap peralatan dan infrastruktur keamanan bandara.

Airport Security Department Head AP I Bandara Ngurah Rai Bali I Made Sudiarta.-Foto: Sultan Anshori.

Airport Security Department Head AP I Bandara Ngurah Rai Bali, I Made Sudiarta, mengatakan, inspeksi dilakukan untuk mengantisipasi tingginya lonjakan lalu lintas penerbangan. Serta menjamin keamanan penerbangan yang diprediksi akan terjadi peningkatan pada libur Idul Fitri 1440 Hijriyah.

“Inspeksi dan audit ini merupakan bagian dari upaya perbaikan di dalam bidang keamanan penerbangan, sehingga penerbangan dari dan ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai bisa dijamin keamanannya secara baik,” ujar Made Sudiarta, Selasa, (14/5/2019).

Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Martinus Hutasoit, menjelaskan, inspeksi keamanan bandara dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.AU.211/8/11/DJPU.DKP-2019.

Inspektur Keamanan Penerbangan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, berfokus pada enam critical elements, yaitu program keamanan bandar udara (airport security programme), kewenangan dan tanggung jawab, Standard Operating Procedure (SOP) keamanan bandar udara, kompetensi personal, quality control, dan implementasi di lapangan.

Jika dalam inspeksi ada temuan yang perlu dibahas bersama, maka akan segera ditindaklanjuti. Sehingga di dalam angkutan Lebaran 2019 semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Inspeksi kali ini memang agak berbeda dengan inspeksi yang biasa dilakukan, karena kita harus menetapkan target atau due date untuk mitigasi, jika ada hal yang ditemukan di lapangan,” ujar Martinus.

Martinus mengapresiasi koordinasi yang telah berjalan dengan baik di Bandara Ngurah Ra, Bali. Unit Airport Security telah melakukan banyak perubahan, terutama dalam koordinasi. Jika koordinasi berjalan dengan baik, mitigasi dapat dilakukan secara cepat. “Saya harapkan dari masing-masing stakeholder untuk dapat mempersiapkan dokumen dan operasional guna keperluan inspeksi. Kemudian dari airline, diharapkan juga untuk melakukan peningkatan agar sesuai dengan Airline Security Programme (ASP). Serta dari CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine), untuk dapat mendukung kegiatan ini, sehingga kolaborasi dalam keamanan bandar udara ini dapat berjalan dengan baik,” tutup Martinus.

Lihat juga...