hut

Bantuan Jamban dari Damandiri, Bantu Abdul Tinggalkan ‘Cemplung’

Editor: Mahadeva

MALANG – Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) terus berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang.

Tidak hanya bantuan dalam bentuk lantainisasi, Yayasan Damandiri juga membantu dana stimulus pembuatan jamban bagi keluarga kurang mampu. Salah satu penerima manfaat pembuatan jamban, Abdul kholik (38), warga RW 05, Kelurahan Kedungkandang menceritakan, keluarganya sudah bertahun-tahun tidak memiliki jamban.

Sejak dirinya masih kecil, keluarganya belum pernah sekalipun memiliki jamban. “Sejak dulu orangtua saya memang belum pernah membuat jamban. Biasanya selama ini kami kalau Buang Air Besar (BAB) langsung di ‘Cemplung’,” tandasnya.

Cemplung adalah sebuah lubang galian tanah, yang dalamnya mencapai kurang lebih 10 meter. Dibagian atas ditutup dengan bilah-bilah bambu, dan tengahnya diberi sedikit lubang untuk tempat BAB. “Dinamakan Cemplung, karena ketika kotoran jatuh ke bawah akan terdengar suara plung,” jelasnya.

Jamban baru bantuan dari Damandiri – Foto Agus Nurchaliq

Cemplung bisa bertahan dan baru akan penuh setelah 15 tahun. Setelah penuh, ditutup kembali dengan tanah. Kemudian membuat tempat baru, dengan menggali di tempat lain. “Sepengetahun saya, sejak saya kecil sampai sekarang, keluarga sudah membuat Cemplung tiga kali,” tandasnya.

Saat ini, Abdul senang  keluarganya mendapatkan bantuan dari Yayasan Damandiri, berupa stimulus sebesar Rp500 ribu untuk membuat jamban. Selama ini, Dia yang bekerja sebagai pedagang sayuran, penghasilannya belum cukup untuk membuat jamban.

Untuk menghemat biaya pembuatan jamban, Abdul mengerjakan sendiri pembuatan jamban. “Alhamdulillah sekarang kami sudah punya jamban. Kalau mau BAB tidak perlu lagi ke Cemplung tapi langsung di jamban, jadi lebih sehat,” ucapnya.

Manajer umum Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari, menyampaikan, bantuan dana Rp500 ribu dari Damandiri hanya bersifat stimulus bagi warga tidak mampu, agar mau membuat jamban. “Jadi warga memang harus menambahkan biaya sendiri supaya bisa membuat jamban yang sehat untuk keluarganya,” sebutnya.

Lebih lanjut Dian menyebutkan untuk bantuan pembuatan jamban, Yayasan Damandiri memberikan kuota 57 jamban. Dari kuota tersebut, hingga saat ini jamban yang sudah tereliasi pembuatannya ada 46 lokasi. “Sementara sisanya, 11 jamban akan diselesaikan setelah lebaran,” pungkasnya.

Lihat juga...