BAZNAS Berdayakan Petani Kopi Tradisional 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan program pemberdayaan kepada para petani dan pedagang kopi tradisional Indonesia. 

Kepala Bagian Program Ekonomi BAZNAS, Eka Budhi Sulistyo, mengatakan, program pemberdayaan BAZNAS untuk produk kopi ini bermula dari sektor hulu. Yaitu, berupa bantuan peningkatan kapasitas produksi dan pendampingan teknik produksi untuk mendapatkan kualitas kopi terbaik.

Di sektor hilir, BAZNAS memberikan bantuan modal usaha untuk penjual kopi, pelatihan dan pendampingan untuk menjaga kualitas kopi.

“Program pemberdayaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan menggunakan dana zakat, infak dan sedekah yang masyarakat tunaikan melalui BAZNAS,” kata Eka, pada Festival Kopi bertajuk ‘Kekayaan Kuliner Indonesia Produk Mustahik BAZNAS’ di Jakarta, Sabtu (18/5/2019) sore.

Dengan pemberian bantuan ini, menurutnya, petani dan pedagang kopi tradisional memperoleh peningkatan penghasilan. Produk kopi yang semula hanya menjadi konsumsi sendiri, kini telah dipasarkan ke berbagai daerah dan beberapa kali dibawa oleh wisatawan ke mancanegara.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa Festival Kopi Kampung untuk memperkenalkan kopi-kopi tradisional binaan BAZNAS kepada masyarakat, dan memperluas jaringan pemasaran.

Festival tersebut menghadirkan kopi-kopi hasil produksi para petani binaan BAZNAS. Seperti Kopi Tondok Lemo dari Toraja, Kopi Bukit Tempurung, Jambi dan Kopi Kampung.

“Ketiga kopi itu disajikan secara spesial oleh anak-anak muda yang telah mendapatkan pelatihan barista dari BAZNAS,” pungkasnya.

Lihat juga...