BAZNAS Kembangkan Program Pemberdayaan UKM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) mengembangkan program pemberdayaan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mereka.

Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo, mengatakan, program ini dijalankan dalam upaya pengentasan kemiskinan dalam bentuk pemberian akses untuk terus menumbuhkan usaha. Yakni yang meliputi modal, pendampingan produksi, dan advokasi pasar.

“BAZNAS tidak hanya memberikan modal usaha, tapi juga memberikan pendampingan dan advokasi pemasaran produk para mustahik,” kata Wahyu saat penyerahaan modal usaha Program Mustahik Pengusaha BAZNAS di Kelurahan Paseban, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019) sore.

Dijelaskan dia, sebanyak 100 mustahik pelaku UKM dilayani oleh BAZNAS mulai dari pedagang jahit keliling, cuangki, sate padang, siomay, dan pedagang ketoprak.

Dalam pelaksanaan program ini, BAZNAS juga melakukan kegiatan pendampingan usaha. Kegiatan pendampingan menurutnya, menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana.

Wahyu berharap mustahik yang mendapat bantuan modal dan pendampingan dari BAZNAS dapat meningkatkan skala usaha, menambah omzet, dan mendorong keberlanjutan usahanya. Yaitu dengan adanya pengembangan usaha yang progresif.

“Momen bulan Ramadan 1440 hijriyah, BAZNAS berharap program ini dapat menjadi titik balik peningkatan usaha mustahik untuk terus tumbuh dan bermanfaat. Diharapkan mereka nantinya jadi muzaki,” ujar Wahyu.

Pada kesempatan ini, Lurah Paseban, Muhammad Soleh, mengucapkan terima kasih atas program yang dijalankan di daerahnya. Dia berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.

“Terima kasih kepada BAZNAS atas partisipasinya terhadap pemberdayaan UMKM di wilayah kami. Semoga membawa keberkahan untuk kemajuan usaha mereka,” ujarnya.

Adapun Edi Supeno, Ketua Kelompok Jahit Keliling, mengatakan, program ini sangat membantu keberlangsungan usahanya. Ia berharap, usaha mereka bisa semakin berkembang dan penghasilannya dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Dengan adanya pendampingan ini, semoga ada peningkatan kualitas kerja, pelayanan, dan harga. Sehingga usaha kami lebih lancar dan penghasilan meningkat,” ujar Edi.

Darso, pedagang sate padang mengaku sudah 20 tahun merintis usaha. Awalnya ia menjalani usaha  mengikuti bosnya. Ia berkeliling menjual sate padang dengan mendapat gaji dari bosnya.

Pedagang Cuaki yang mendapatkan bantuan usaha pengusaha mustahik dari BAZNAS di Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019) sore. Foto: Sri Sugiarti

Namun kemudian dia memberanikan diri untuk buka usaha sendiri. “Alhamdulillah saya bisa punya usaha sate padang ini. Omzetnya lumayan ya,” kata Darso kepada Cendana News.

Dengan adanya program pemberdayaan dan pendampingan dari BAZNAS, dia berharap usahanya lebih berkembang dan maju.

“Omzet per hari Rp 300 ribu. Saya jualan tidak seharian, biasa keliling Kampung Rawa dan Paseban. Adanya bantuan BAZNAS ini mudah-mudahan omzet saya meningkat,” ujar pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah.

Lihat juga...