hut

BBPOM Padang Temukan Makanan Kedaluarsa Dijual

Editor: Koko Triarko

PADANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, menemukan masih adanya beragam jenis makanan kedaluarsa dan mengandung zat berbahaya, yang dijual di sejumlah pusat perbelanjaan di kota setempat.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, mengatakan, untuk hasil sementara masih ditemukan tempat penyimpanan daging impor yang tidak memenuhi standar. Khusus daging yang ditemukan itu, seharusnya disimpan dengan pendingin khusus, namun malah tidak dilakukan.

“Jadi untuk penyimpanan daging beku itu ada SOP. Tetapi hasil pantauan di lapangan, masih ada yang tidak sesuai standar. Maka, kami akan bersurat kepada pihak manajemen mall yang dimaksud, agar mereka memenuhi ketentuan berlaku. Tujuannya, agar daging yang dibeli masyarakat benar-benar aman dikonsumsi,” katanya, di sela sidak,  Selasa (28/5/2019).

Ia menyebutkan, penyimpanan daging tidak boleh melewati suhu yang sudah ditetapkan. Kemudian daging beku tersebut tidak digabungkan dengan produk lain. Gudang penyimpanan daging impor di salah satu pusat perbelanjaan yang didatangi tim belum memadai.

Menurutnya, meskipun daging impor tersebut sebenarnya tanggung jawab dinas terkait, namun  pihak BBPOM tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus mengawasi proses penyimpanannya, kapan terakhir jadwal daging impor itu masuk ke Sumatra Barat hingga ke gudang. Hal tersebut perlu, karena menentukan kelayakan daging, aman atau tidak untuk dikonsumsi.

Selain itu, penyimpanan produk makanan harus menggunakan alas sesuai standar, agar kualitas makanan yang disimpan terjaga dengan baik. Dan, ditemukan di pasar modern itu penyimpanan produk tidak menggunakan alas memadai.

“Dari tahun ke tahun, tingkat kesadaran masyarakat terus meningkat dalam mengkonsumsi produk. Baik olahan atau pun pangan. Begitu juga dengan pedagang yang menjual makanan, juga banyak yang dengan tidak lagi menggunakan zat berbahaya pada makanannya,” katanya.

Meski demikian, tim BBPOM Padang masih menemukan penggunaan borak dan rodhamin di empat daerah, yakni, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan Payakumbuh.

Untuk produk rusak kemudian dijual di pusat perbelanjaan, tim BBPOM masih menemukannya di 10 kabupaten kota.

“Total temuan tim kami di lapangan terkait produk makanan rusak sebanyak 206, dan 156 di antaranya memehuni syarat, sisanya tidak memenuhi syarat. Seperti tidak punya izin edar hingga kedaluarsa,” jelas Martin.

Temuan lainnya, terlihat daging ayam dan ikan yang tidak disimpan di lemari es yang memadai, sehingga higienitas produk yang dijual sedikit diragukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat, Merry Yuliesday, menambahkan, seharusnya daging ayam, apalagi ampela ayam disimpan di lemari pendingin hingga beku. Bukan seperti yang dilihat di salah satu pasar modern.

Untuk itu, dinginnya mesti sesuai standar, sehingga tidak memicu munculnya bakteri yang berakibat produk yang dijual cepat busuk.

“Untuk penyimpanan daging, baik ayam maupun sapi, harusnya ketika dibawa dari gudang penyimpan dalam keadaan beku. Kondisi itu harus terus dijaga selama dibawa di dalam mobil hingga masuk kembali ke pusat perbelanjaan dengan kondisi beku,” katanya.

Sedangkan untuk mengetahui daging ayam atau sapi yang tidak disimpan sesuai standar, tim BBPOM Padang mengambil sampel dari masing-masing tempat untuk diuji.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, yang memimpin sidak tersebut, mengatakan, pemerintah melalui instansi terkait akan melakukan pembinaan untuk pengelola pusat perbelanjaan yang belum memenuhi standar dalam menyimpan produk makanan yang mereka jual. Itu penting, karena menyangkut kepentingan hajat masyarakat banyak.

“Masyarakat juga terus kami imbau untuk menjadi konsumen cerdas. Cerdas dalam memilih dan membeli produk. Untuk pedagang juga diminta untuk tidak memanfaatkan momen jelang Lebaran dengan menjual produk-produk yang tidak layak konsumsi. Karena akan menjadi masalah bagi masyarakat, terutama di sisi kesehatan,” imbau Wagub.

Ia juga mengingatkan, agar ketika membeli produk, baik makanan atau minuman dan produk lainnya, harus memperhatikan tanggal, bulan dan tahun produksi. Begitu juga untuk kehalalan, harus ada label halal dan izin edar dari BPOM.

Hal lain yang perlu diperhatikan, sebut Wagub, MD untuk produk dalam negeri dan ML (produk luar negeri) serta angka 12 digit di setiap produk.

Sidak tersebut dilakukan di sejumlah titik. Empat di antaranya di pasar modern ternama, seperti Plasa Andalas, Transmart Padang, Basko dan SJS.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!