BBPOM Yogyakarta Temukan Boraks di Jajanan Takjil

Ilustrasi - Pedagang musiman. Dok CDN

YOGYAKARTA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta masih menemukan kandungan boraks pada jananan takjil. Temuan diperoleh, dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pedagang jajanan berbuka puasa di beberapa titik di Yogyakarta.

“Meski penggunaan bahan berbahaya sudah menurun, tetapi lima sampai enam persen makanan takjil, masih ada yang mengandung boraks,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta, Rustyawati, Rabu (15/5/2019).

Rustyawati menyebut, selama sidak takjil yang telah dilakukan sejak awal Ramadan di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, makanan yang ditemukan mengandung boraks di antaranya bakso, mie, serta aneka kerupuk. “Secara umum dibandingkan beberapa tahun terakhir penggunaan campuran bahan berbahaya menurun, rodhamin B juga belum kami temukan,” tandasnya.

Untuk memastikan masyarakat terhindar dari makanan takjil dengan kandungan bahan berbahaya, BBPOM Yogyakarta bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), gencar menggelar sidak makanan di pasar-pasar Ramadan, serta toko modern.

Selain jajanan takjil, BBPOM Yogyakarta juga melakukan pemeriksaan terhadap beragam sarana produksi di pasar tradisional, dan pasar modern. Hingga saat ini, sudah ada 73 sarana yang diperiksa. Khusus di pasar tradisional, yang ditemukan paling banyak adalah makanan dengan kemasan rusak serta tanpa izin edar. “Kalau di toko modern kami langsung melakukan penarikan dan kami turunkan. Tetapi kalau pedagang kecil kami berikan himbauan dulu secara perlahan-lahan,” tandasnya.

Meski pengawasan makanan terus diintensifkan, Rustyawati mengimbau, seluruh masyarakat agar tetap kritis dan cerdas memilih makanan. Masyarakat harus tetap waspada terhadap peredaran produk pangan dengan kandungan bahan berbahaya di pasar.

Masyarakat melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa) secara mandiri. “Mulai dari label hingga kemasannya rusak atau tidak harus diperiksa, izin edar hingga tanggal kedaluwarsanya juga harus pastikan ada,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...