“Beach Clean Up”, Satu Jam Kumpulkan 700 Kilogram Sampah

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Pemkot Denpasar bersama berbagai komunitas menggelar sosialisasi kebersihan lingkungan. Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tersebut, kali ini menggandeng Komunitas “Malu Dong”.

Mereka melakikan aksi Beach Clean Up, dengan bersih-bersih pantai dari puntung rokok dan sampah plastik. Kegiatan dilaksanakan menyasar kawasan Pantai Mertasari, Denpasar, Minggu (26/5/2019).

Kegiatan yang dilakukan bersama seluruh lapisan masyarakat, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar tersebut, berhasil mengumpilkan 700 kilogram (kg) sampah. Terdiri dari sampah plastik dan ribuan puntung rokok, yang dikumpulkan dalam waktu satu jam.

Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada, menjelaskan, pada prinsipnya Pemkot Denpasar sangat mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah bersedia ikut di aksi beach clean up. Kegiatan rutin itu dilaksanakan, untuk mewujudkan kawasan pantai yang bersih.

Hingga saat ini, pantai menjadi tujuan wisatawan yang mau berlibur ke Bali. Juga menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat. “Kami tentunya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan aktif dalam membersihkan pantai, hal ini karena pantai merupakan obyek wisata yang diminati wisatawan, jika kawasan pantai kotor maka wisatawan pun akan terganggu,” kata Wisada.

Wisada mengatakan, hingga saat ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim. Terutama saat berada di alam terbuka. Puntung rokok dan sisa makanan, masih mendominasi sampah di kawasan tempat umum.

Kegiatan Aksi Beach Clean Up di Kawasan Pantai Mertasari Denpasar, Minggu (26/5/2019).-Foto: Sultan Anshori.

“Dengan aksi beach clean up yang difokuskan pada penanganan sampah plastik dan puntung rokok, diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, untuk ikut menjaga kebersihan. Peserta aksi ini juga agar ikut menyosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan tempat umum kepada sanak saudara,” jelas Wisada.

Wisada menyebut, saat ini Pemkot Denpasar serius mengatasi permasalahan puntung rokok dan sampah plastik. Hal itu diwujudkan dengan keluarnya Perda No.7/2013, Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Perwali No.36/2018, tentang pengurangan plastik.

Koordinator Komunitas Malu Dong, I Komang ‘Bmo’ Sudiarta, mengatakan, aksi diikuti sedikitnya 500 orang peserta. Mereka berasal dari OPD, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan dan sosial. “Kami berharap masyarakat sadar-lah, jangan sampai aktivitas masyarakat yang acuh membuang sampah sembarangan dapat merugikan banyak pihak, termasuk masa depan pariwisata di Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Kadek Adi Pranata, merasa senang dapat ikut di aksi bersih-bersih tersebut. Dengan aksi tersebut, masyarakat dapat mengetahui, banyak sampah di tempat umum yang belum bisa dibersihkan. “Harapan kami sih tidak ada lagi yang membuang sampah di tempat umum dan ikut menjaga kebersihan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan 10 Tanda Kawasan Merokok dan Asbak Besar Tempat Puntung Rokok.

Lihat juga...