hut

Bekraf Ajak Pelaku Ekraf di Malang Bergabung Bisma

Editor: Mahadeva Wahyu Sugianto

MALANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan aplikasi Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA), sebagai platform unggulan bagi pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendaftarkan diri ke database resmi lembaga tersebut.

Sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi andalan dalam pembangunan nasional. Hanya saja, selama ini belum semua pelaku ekraf teridentifikasi secara ditail. Diperlukan mikro data, untuk mengetahui siapa saja yang menjadi pelaku ekraf di Indonesia.

“Kita harus tahu betul siapa saja pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Sektor apa saja yang mereka kembangkan dan produk-produk atau karya apa saja yang mereka hasilkan. Serta bagaimana cara pemasaran maupun promosi produk mereka. Dari situ kita bisa mengidentifikasi, hambatan apa saja yang mereka hadapi untuk berkembang,” ujar Wakil kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik, dalam acara Bisma Goes to Get Member (Bigger), Kamis (16/5/2019).

Ricky menyebut, mengakselerasi hal tersebut tidaklah mudah. Perlu sosialisasi yang luas kepada seluruh pelaku ekraf di Indonesia. Karena itulah, Kamis (16/5/2019), Bigger menyambangi Kota Malang. Kota Malang memiliki banyak pelaku ekraf, yang bukan hanya saja menjadi pelaku ekonomi kreatif di tingkat lokal, tetapi juga sudah menjadi pemain nasional. Bahkan, beberapa sudah menjadi pemain internasional, namun belum pernah teridentifikasi dengan tepat. “Ini yang kita ingin lakukan identifikasi dengan Bisma, supaya nanti bisa kita kembangkan lebih baik lagi untuk kedepannya,” jelasnya.

Direktur riset dan pengembangan ekonomi kratif Bekraf, Wawan Rusiawan, menyampaikan, kegiatan Bigger di kota Malang merupakan penyelenggaraan yang ke tiga. Sebelumnya Bigger telah dilaksanakan di Bogor dan Palembang. Sesuai dengan tujuan awal, Bigger untuk menjadikan Bisma sebagai platfom databes mikro, yang dapat membantu mengenali para pelaku ekraf secara by name by addres. “Tentu saja kehadiran Bekraf di Malang salah satunya agar para pelaku ekonomi kreatif bisa hadir dan menjadi anggota Bisma,” ucapnya.

Saat ini sudah 38 ribu lebih pelaku ekraf bergabung dengan Bisma. Dan di 2019 ini, ditargetkan jumlahnya bertambah menjadi 50 ribu unit. Kepala Barenlitbang Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyebut, salah satu misi Kota Malang adalah, mewujudkan Malang sebagai kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif.

Keberlanjutan dan keterpaduan, menjadi komitmen pemkot mendukung pengembangan ekraf, sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. “Malang juga sudah membentuk komite ekonomi kreatif yang telah di sahkan dengan SK wali kota, dimana unsurnya melibatkan dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku industri serta media,” terangnya.

Produk telah dihasilkan adalah, sudah di legalkannya road map pengembangan ekrtaf Kota Malang di 2018 hingga 2022. Road map tersebut telah di sahkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota Malang, dan dijadikan pedoman bagi seluruh pelaku ekraf.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com