hut

Berang-berang Ini Gagal Diselundupkan ke Rusia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BADUNG- Aviation Security Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, kembali berhasil menggagalkan upaya seorang calon penumpang yang hendak membawa serta binatang dilindungi keluar dari Indonesia melalui pesawat udara.

Petugas berhasil mengamankan seorang calon penumpang yang hendak berangkat meninggalkan Pulau Dewata, melalui Terminal Internasional menuju Rusia.

Penumpang tersebut tertangkap pihak Aviation Security karena kedapatan berusaha menyelundupkan bayi berang-berang di dalam kopernya pada Kamis (23/5/2019) malam lalu.

Kejadian bermula pada saat seorang calon penumpang, yang kemudian diketahui berinisial RT dan berpaspor Rusia, sedang melalui prosedur pemeriksaan mesin x-ray scanner di Terminal Keberangkatan Internasional.

Petugas Aviation Security  mencurigai perihal isi dari koper yang tampil di layar mesin pemindai, kemudian melakukan pemeriksaan secara manual terhadap koper yang dibawa calon penumpang tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara manual, petugas kemudian mendapati bayi berang-berang sebanyak 4 ekor disembunyikan di dalam koper tersebut.

“Kembali lagi, berkat kejelian dari petugas Aviation Security kami, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan. Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang contraband, baik itu binatang dilindungi, maupun peluru aktif,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono, ketika dikonfirmasi perihal kebenaran hal ini, Jumat (24/5/2019).

Haruman menjelaskan, Petugas Aviation Security kemudian berkoordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan tindak lanjut terhadap temuan binatang tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, BKSDA menyatakan bahwa berang-berang diklasifikasikan sebagai binatang yang dilindungi.

Lebih lanjut diketahui, calon penumpang tersebut hendak terbang meninggalkan Indonesia dengan maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634.

“Prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Aviation Security sesuai dengan ketetapan hukum yang ada. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 Tahun 2005, petugas berhak dan wajib untuk melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut melalui jasa pesawat udara di bandar udara. Sesuai prosedur yang termaktub dalam aturan tersebut, petugas kami kemudian berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Petugas Aviation Security beserta petugas BKSDA kemudian membawa calon penumpang tersebut ke kantor Balai Karantina. Setelah kembali dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap koper bawaan calon penumpang tersebut, petugas kembali menemukan 10 ekor kalajengking berbisa termuat di dalam kotak anyaman berwarna biru.

Sebelumnya, pada pertengahan bulan Maret lalu, petugas Aviation Security berhasil mencegah seorang calon penumpang berkewarganegaraan Rusia untuk menyelundupkan seekor bayi orangutan keluar dari Indonesia.

Selang beberapa hari setelahnya, seorang calon penumpang berpaspor Meksiko kedapatan membawa 10 butir peluru aktif di dalam koper yang dibawanya.

Di penghujung bulan Maret, seorang penumpang rute internasional asal Amerika Serikat harus berurusan dengan petugas Aviation Security karena menyimpan puluhan butir peluru aktif dan magasin saat hendak berangkat meninggalkan Bali.

“Kami secara konsisten menjalankan prosedur keamanan yang telah ditetapkan. Selain untuk menjamin keamanan penerbangan, implementasi prosedur ini juga ditujukan untuk mencegah penyelundupan barang-barang contraband maupun dangerous goods,” tutup Haruman.

Kepala BKSDA Bali, Budhy Kurniawan.- Foto: Sultan Anshori.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, Budhy Kurniawan, mengatakan, saat ini bayi berang-berang tersebut dalam proses pemulihan di ruangan khusus kantor BKSDA. Setelah melalui proses pemulihan, hewan yang lincah main di air tersebut akan dititipkan ke lembaga konservasi BKSDA yang ada di Bali.

“Saat ini tim kami masih melakukan proses pemulihan. Untuk selanjutnya akan kami titip ke Bali Safari Marine Park. Setelah itu kami akan melihat perkembangannya. Pada prinsipnya, hewan yang dilindungi akan tetap kami kembalikan ke alam atau habitatnya selama hewan tersebut kami rasa cukup survive untuk bertahan hidup. Kita lihat saja ke depannya,” pungkas Budhy Kurniawan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

manisa escort

»

iskenderun escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com