Berbagi Takjil ala Posdaya Anggrek Jakarta Timur

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Posdaya Anggrek RW 02 Susukan, Jakarta Timur, merupakan posdaya binaan Yayasan Damandiri yang tergolong aktif di wilayah Jakarta Timur dalam mengadakan berbagai kegiatan.

Seperti halnya di bulan suci Ramadan ini, Posdaya Anggrek RW 02 yang juga terkenal dengan Bank Sampah dan ibu-ibu PKK, mengadakan kegiatan berbagi takjil di jalan raya.  Acara tersebut selama bulan Ramadan.

Sulistyorini, Ketua Unit Tabur Puja Posdaya Anggrek RW 02 Susukan mengatakan, kegiatan bagi-bagi takjil di jalan raya sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Dijelaskan Rini, untuk takjil yang dibagikan tergantung  pemberian para donatur. Target pembagian takjil yakni para pengguna jalan, penumpang angkot yang tidak bisa sampai di rumah ketika waktu buka puasa.

“Tahun lalu sebulan full, dan tahun ini insyaallah akan melakukan hal serupa,” jelasnya, Senin (13/5/2019) di sela-sela pembagian takjil.

Sulistyorini, Ketua Unit Tabur Puja Posdaya Anggrek (jilbab pink) sedang membagikan takjil – Foto: M. Fahrizal

Rini tambahkan, takjil-takjil ini setiap harinya merupakan sumbangan dari RT-RT di wilayah RW 02 dan juga sumbangan dari luar wilayah RW 02. Ide bagi-bagi takjil memang datang dari Posdaya dan PKK RW.

Ketika membagi-bagikan takjil melibatkan karang taruna dari setiap RT, dibantu juga oleh kader dasa wisma, kader jumantik.

Dikatakan Rini lagi, tujuan kegiatan yang sudah memasuki tahun ke dua ini agar orang-orang yang tidak sempat berbuka di rumah, ketika masih di jalan minimal bisa membatalkan puasanya. Waktu berbuka tidak tertunda.

Selain itu, kegiatan ini juga memberi contoh walaupun yang dilakukan merupakan hal kecil, namun dengan apa yang dilakukan menjadi motivasi untuk berbuat serupa. Sedangkan untuk Karang Taruna sendiri sebagai regenerasi ke depan.

“Kita persiapkan generasi muda yang akan menggantikan kita nanti, sehingga acara atau kegiatan sosial seperti ini akan terus ada dan berkesinambungan,” ucapnya.

Rini sampaikan, kegiatan bagi-bagi takjil dimulai pada pukul empat dengan menunggu terkumpulnya takjil-takjil, dan mulai membagikan pada pukul lima sore, sehari sebanyak 200 takjil yang dibagikan.

Sejauh ini menurut Rini, apa yang dirinya lihat dan perhatikan, para pengguna jalan, para penumpang sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan bagi-bagi takjil tersebut.

Untuk isi takjil dirinya mengatakan, tidak ada yang sama. Dikarenakan takjil tersebut merupakan amal pemberian seseorang, sehingga apa yang mereka berikan, selanjutnya  langsung didistribusikan.

“Contoh tadi, ada bapak-bapak lewat. Bapak itu sudah bertanya duluan, ‘Mana nih takjil’. Saya tahu bapak itu rumahnya jauh, di daerah Bogor. Apa yang kita lakukan inilah, manfaat buat mereka,” katanya.

Di bulan Ramadan ini selain bagi takjil di jalan, Posdaya Anggrek dan PKK juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu.

Lihat juga...