Bina Marga DKI Benahi Pembatas Jalan di Jalur TransJakarta

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho –Foto: Lina Fitria. 

JAKARTA – Dinas Bina Marga DKI Jakarta, masih terus memperbaiki pagar dan beton pembatas jalan atau movable concete barrier (MCB) yang terpasang di jalur-jalur Transjakarta, yang rusak akibat kericuhan massa pada Rabu (22/5) kemarin. 

Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, pagar pembatas jalan yang paling rusak parah berada di jalan KH Hasyim Ashari dan MH Thamrin.

“Kemarin sudah mulai kita perbaiki, mulai merapikan MCB dan pagar pemisah yang dirobohkan oleh massa pendemo di jalan KH Hasyim Ashari dan jalan Thamrin,” kata Hari, saat dihubungi wartawan, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019), sore.

Dia menuturkan, ada juga pagar yang diduga dicuri. “Banyak beberapa pagar, malah kadang-kadang ada yang dicuri. Sudah kita eksekusi. Kemarin sudah kita angkat-angkatin. Jalan kita betulin, baru kita pasang lagi pagar pemisahnya. Itu yang parah,” terangnya.

Sementara ini, Hari menyebutkan, bahwa pihaknya masih perlu mendata kerusakan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Namun, dia mengatakan kalau kerusakan paling parah berada di kawasan Wahid Hasyim.

Saat ini, Hari belum bisa merinci secara pasti jumlah fasilitas umum yang dirusak akibat aksi tersebut. Pihaknya masih melakukan pendataan, guna memastikan kerugian akibat kerusuhan tersebut.

“Ya, kita sih mendata. Paling parah di Wahid Hasyim. Kemarin yang kita cek di Kavling Sudirman, tidak terlalu parah. Kalau di Jati Baru tidak ada masalah, yang Wahid Hasyim, yang parah. Thamrin tidak begitu. Nanti kita inventarisir dulu,” tuturnya.

Selain pembatas jalan, movable concrete barrier atau pembatas beton juga sudah dikembalikan ke posisi semula. MCB di sekitar Tanah Abang digulingkan oleh massa kerusuhan.

Sementara, Direktur Utama PT. Transjakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, dua halte Transjakarta rusak pascakerusuhan 22 Mei.

“Kaca loket halte Bidara Cina, pecah akibat konflik pada Rabu 22 Mei 2019, pukul 03.00 WIB,” kata Agung, lewat keterangan tertulis diterima wartawan.

Kaca halte pecah akibat lemparan batu saat bentrokan pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian terjadi pada pukul 16.00 WIB. “Dari peristiwa tersebut, tidak ada korban,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata Agung, pihaknya masih menginventarisasi aset Transjakarta yang rusak. Dia menjamin perbaikan segera dikerjakan.

Diketahui, sejak pagi hingga kini, aktivitas warga di sekitar Kantor Bawaslu RI berangsur normal pada Jumat (25/5). Gerai-gerai di Menara Cakrawala atau Gedung Djakarta Theatre dan pusat perbelanjaan Sarinah yang berada di depan Kantor Bawaslu RI, mulai kembali beroperasi, meski beberapa toko masih tampak tutup.

Jumlah warga yang berjalan kaki di persimpangan Sarinah sekitar Kantor Bawaslu RI, kini sudah mulai ramai, bila dibandingkan dua hari terakhir.

Kendati demikian, pengamanan di sekitar Kantor Bawaslu RI terbilang masih ketat. Barikade kawat berduri masih terpasang di persimpangan Sarinah yang menuju ke Bawaslu.

Diketahui, kerusuhan terjadi di depan Bawaslu, jalan Sabang, jalan Wahid Hasyim, juga jalan KS Tubun, Petamburan, pada Rabu (22/5) dini hari hingga Kamis (23/5) malam.

Sejumlah fasilitas umum, seperti pagar pembatas jalan, mengalami kerusakan di beberapa titik di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lihat juga...