hut

BPBD Sumbar Imbau Pemudik Waspadai Jalur Rawan Bencana

Editor: Koko Triarko

PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, meminta pemudik dari perantauan untuk berhati-hati dalam perjalanan menuju kampung halaman, terutama melewati jalur lintas di Sumatra Barat. Hal ini mengingat ada beberapa titik rawan bencana yang berada di rute mudik Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Barat, Erman Rahman, mengatakan, dengan adanya informasi, bahwa pemudik perantau Sumatra Barat yang menggunakan jalur darat untuk pulang kampung, maka sebagai informasi bagi pemudik, ada sejumlah titik rawan bencana yang perlu diperhatikan.

Ia menjelaskan, daerah rawan bencana itu berada di kawasan Sitinjau Lauik, Lembah Anai, Kelok 44, Palupuah Agam, sebagian jalan arah Pesisis Selatan, tapi tidak terlalu berisiko dan daerah Pangkalan Limapuluh Kota.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Barat Erman Rahman/Foto: M. Noli Hendra

Kawasan rawan bencana ini bisa terjadi, bila hujan turun dengan intensitas sedang – lebat. Namun melihat Sumatra Barat mulai dilanda hujan, maka perlu diperhatikan potensi bencana tersebut.

“Pemudik harus berhati-hati di jalur tersebut. Sebab, selama ini sering terjadi bencana seperti tanah longsor dan terban. Untuk itu, BPBD menyiagakan 24 jam personel dan tim juga ada yang menyiagakan alat berat di titik rawan bencana,” jelasnya, Kamis (23/5/2019).

Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, sejauh ini prediksi cuaca di Sumatra Barat masih terlihat cerah berawan. Namun belum bisa dipastikan untuk beberapa hari ke depan. Begitu juga pada saat mudik Lebaran, kondisi cuaca pun belum bisa diprediksi jauh-jauh hari.

“Ya, kalau soal cuaca sejauh ini ada terjadi hujan. Tentunya pada saat mudik lebaran semoga cuaca baik-baik saja, sehingga tidak ada terjadi bencana di titik-titik rawan bencana tersebut. Kendati demikian, mengingat cuaca yang terjadi tidak menentu, pemudik tetap berhati-hati, terutama saat hujan turun,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Sumatra Barat, Fathol Bari, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan antisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada saat mudik Lebaran, seperti alat berat.

Untuk memaksimalkan kinerja, pihaknya bersama Balai Jalan, dan stakeholders terkait akan menempatkan alat berat di lokasi rawan bencana, seperti yang telah dipetakana oleh BPBD.

Ia menyebutkan, alasan perlu adanya mempersiapkan alat berat di kawasan rawan bencana di titik jalur mudik tersebut, supaya bisa bergerak cepat untuk mengantipasi kemungkinan yang membutuhkan alat berat, seperti halnya terjadi tanah longsor.

Diharapkan dengan telah stay-nya alat berat, seketika terjadi bencana longsor langsung bisa ditangani, sehingga jalur mudik lancar dari tumpukan kendaraan akibat bencana alam.

“Kita akan mulai menempatkan alat berat di kawasan rawan longsor itu mulai H-7 sampai H+ 7 Lebaran. Tidak hanya alat berat, tapi petugas juga di tempat di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Fathol menyatakan, alat berat yang ditempatkan di kawasan rawan bencana itu, berupa loader dan dump truck akan ditempatkan di Kelok 44, Sicincin Malalak, Lembah Anai, Sitinjau Lauik dan di daerah Panggakalan.

Dengan demikian, kepada pemudik tetap diminta berhati-hati dan mewaspadai titik rawan bencana di Kelok Sembilan, Palupuah dan beberapa kawasan arah Kabupaten Pesisir Selatan yang memuju daerah Provinsi Bengkulu dan Jambi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!