Bupati Purbalingga Inisiasi Berbagi Baju Baru untuk Warga

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Terobosan menarik digulirkan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta mengumpulkan baju baru dan selanjutnya baju-baju baru tersebut akan dibagikan kepada warga Purbalingga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sidik Purwanto mengatakan, masing-masing ASN diminta untuk memberikan minimal 2 baju baru, sehingga total akan terkumpul 14.000 baju baru. Pembagian baju baru ini akan dilaksanakan di alun-alun Purbalingga pada hari Sabtu-Minggu (1-2 Juni).

“Pembagian baju baru ini akan dikemas dalam kegiatan Ramadhan berbagi. Ibu Bupati ingin menggugah jiwa sosial para ASN di Purbalingga dengan berbagi baju baru untuk masyarakat yang kurang mampu,” terang Sidik Purwanto, saat memantau persiapan acara di alun-alun Purbalingga, Kamis (30/5/2019).

Lebih lanjut Sidik menjelaskan, berbagi baju sebenarnya sudah sering dilakukan para ASN, misalnya saat terjadi bencana alam, ASN akan berbondong-bondong memberikan berbagai macam bantuan, termasuk baju. Tetapi baju yang diberikan merupakan pakaian pantas pakai. Dan karena moment sekarang adalah Lebaran, maka berbagi baju yang dilakukan adalah berbagi baju baru.

Dalam rangkaian kegiatan Ramadhan berbagi, lanjutnya, selain 14.000 baju baru yang dibagikan, Pemkab Purbalingga juga akan membagikan 12.000 takjil kepada masyarakat.

Takjil tersebut berasal dari BUMN, BUMD serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masing-masing instansi diminta menyediakan 250 takjil. Kegiatan tersebut juga melibatkan organiasai kewanitaan seperti PKK, Dharmawanita, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Purbalingga.

“Setiap OPD, BUMN dan BUMD menyediakan 250 takjil gratis, sehingga nanti masyarakat bisa berbuka bersama dan silaturahmi dengan bupati Purbalingga, sekaligus pulang membawa baju baru untuk Lebaran,” tuturnya.

Untuk melayani masyarakat yang akan memilih baju baru, pemkab mendirikan 25 stan di alun-alun Purbalingga pada hari pertama dan 26 stan pada hari kedua. Stand akan terdiri 2 macam yakni stand pakaian dan stand takjil. Setiap stand akan ditempatkan 4 orang petugas. Masyarakat diperbolehkan untuk memilih baju baru yang ada di tiap-tiap stand, dengan catatan satu orang hanya diperbolehkan mengambil satu baju baru.

“Jadi kemasannya seperti masyarakat sedang berbelanja baju Lebaran, hanya tempatnya di alun-alun dan bajunya gratis,” pungkasnya.

Lihat juga...