Bupati Sikka Minta BPJS Kesehatan Siapkan Obat Berkualitas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Hampir semua warga kabupaten Sikka sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikeluarkan BPJS Kesehatan cabang Maumere. Namun dalam kenyataannya, banyak pasien yang masih mengeluh karena harus membeli obat di luar tanggungan BPJS Kesehatan.

“Saya pernah disuruh membeli obat di apotik karena yang ada di resep tidak tersedia di rumah sakit. Saya harus mengeluarkan uang lagi dari kantorng pribadi padahal sudah mengantongi kartu KIS dari BPJS Kesehatan,” sebut Yasinta Nona, warga kabupaten Sikka, Jumat (24/5/2019).

Dikatakan Yasinta, banyak pasien BPJS Kesehatan di RSUD TC Hillers juga mengeluhkan hal yang sama. Kasihan kalau pasien dari desa dan memiliki uang terbatas harus membeli obat dengan harga mahal.

“Sebagai masyarakat kecil kami berpikir setelah mendapatkan kartu KIS dari BPJS Kesehatan maka kami tidak mengeluarkan biaya lagi. Kalau sejak awal disampaikan tentu tidak ada masalah sehingga kami harus siapkan biaya bila ada sanak keluarga yang harus berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

Banyak pasien di RSUD TC Hillers Maumere yang merupakan milik Pemda Sikka, kata Yasinta menggunakan KIS. Memang dengan menggunakan kartu maka biaya sewa kamar dan perawatan gratis tetapi banyak obat yang harus dibeli sendiri.

Sementara itu, bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, juga mengatakan dirinya mempunyai pengalaman ada masyarakat yang sudah berobat menggunakan kartu KIS tapi tidak sembuh. Setelah dicek ternyata obat yang diberikan kualitasnya tidak bagus.

“Pasiennya tidak sembuh sehingga saya bawa berobat ke dokter. Ternyata setelah obatnya diganti dengan yang lebih bagus pasien tersebut pun sembuh. Obat yang diberikan BPJS Kesehatan harus dicek kualitasnya,” ujarnya.

Dikatakan Roby, sapaannya, jangan sampai obat yang diberikan kepada pasien BPJS Kesehatan kualitasnya tidak bagus. Pengawasan obat juga penting sehingga jangan sampai sudah gratis tapi obatnya jelek.

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, menyebutkan, pihaknya akan melakukan koordinasi lagi dengan BPJS Kesehatan. Segala keluhan yang disampaikan pengguna BPJS Kesehatan harus ditindaklanjuti untuk diperbaiki.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH. Foto: Ebed de Rosary

“Kami akan berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan BPJS Kesehatan Maumere untuk membahas hal ini. Hampir semua rumah sakit dan Puskesmas di kabupaten Sikka melayani pasien BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Untuk puskesmas, kata Maria, memang obat yang tersedia dan fasilitas terkadang kurang memadai. Ini yang membuat pasien akan diberikan rujukan untuk berobat di rumah sakit TC Hillers milik Pemda Sikka.

“Memang pasien yang tidak bisa ditangani di puskesmas maka otomatis akan diberi rujukan untuk berobat di rumah sakit. Kita akan memperbaiki kualitas pelayanan di rumah sakit termasuk pemberian obatnya,” tuturnya.

Lihat juga...