hut

Butuh Waktu Lama Perbaiki Jalan Putus Saluki-Tuva di Sigi

Ilustrasi -Dok: CDN

SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana alam untuk memperbaiki kembali badan jalan di poros Saluki-Tuva, yang putus setelah diterjang banjir pada Jumat (17/5).

Pantauan di lokasi bencana di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, jalur darat yang menghubungan ratusan desa di empat kecamatan di Kabupaten Sigi dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng tersebut, kini tidak bisa dilewati kendaraan.

Badan jalan yang diterjang banjir cukup panjang, dari Desa Saluki hingga Desa Tuva. Kendaraan dari arah Palu menjuju empat kecamatan, yakni Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, dan Lindu, tidak bisa lewat karena sudah menjadi sungai dan air mengalir deras.

Untukl sementara ini, kendaraan roda dua dan empat hanya berhenti di seberang jalan yang tidak putus. Selanjutnya, pengendara berjalan kaki untuk naik kendaraan lain yang sudah menunggu di seberang sungai.

Jalan yang putus tersebut belum lama ini diperbaiki setelah diterjang banjir bandang pada 28 April 2019. Namun, jalan itu kembali putus diterjang banjir kedua yang terjadi pada Jumat (17/5), akibat hujan deras di hulu sungai.

Su’ud, seorang warga Tuva, memperkirakan butuh waktu beberapa hari untuk memperbaiki kembali jalan yang ambles, karena diterjang banjir.

“Ya untuk sementara ini, warga bersama anggota TNI dan Polri gotong royong membuka akses jalan agar bisa dilewati kendaraan sepeda motor,” kata dia.

Untuk menunggu badan jalan kembali normal setelah putus diterjang banjir, kata dia, tentu membutuhkan waktu cukup lama, sebab harus memotong tebing di sisi kiri sungai dari arah Kota Palu menuju Kulawi.

Agar sepeda motor bisa lewat, dibuatkan akses jalan menyusuri kebun kakao milik masyarakat Desa Tuva dan Saluki. Jalur yang putus tersebut, selama ini menjadi sarana perhubungan darat satu-satunya Kota Palu dengan desa-desa di empat kecamatan di Kabupaten Sigi.

“Tidak ada jalan lain yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir kali ini tidak separah sebelumnya yang menghanyutkan beberapa rumah penduduk sekitar daerah aliran sungai, serta mengakibatkan banyak rumah tertimbun lumpur dan potongan-potongan kayu.

Bahkan, jaringan listrik terputus antara Desa Saluki dan Desa Tuva saat banjir bandang. Sampai sekarang, pihak PLN sedang mengupayakan pembangunan jaringan baru, sebab jaringan lama telah diterjang banjir.

Kabupaten Sigi, salah satu daerah di Provinsi Sulteng yang selama ini rawan banjir dan longsor. Saat intensitas hujan meningkat di hulu sungai, dipastikan terjadi banjir bandang, yang dampaknya juga dirasakan di Kota Palu, karena sungai yang ada di daerah itu bermuara di Palu. (Ant)

Lihat juga...