hut

Cendol Tepung Batang Aren Disukai karena Kenyal

Editor: Koko Triarko

Tepung LAMPUNG – Selain kolang kaling yang merupakan buah Pohon Aren banyak diburu di bulan Ramadan, batang pohon Aren pun dibuat sebagai tepung dan banyak dicari oleh pedagang cendol.

Harun, salah satu pembuat tepung Aren menyebut, permintaan tepung meningkat saat Ramadan. Sebab, tepung Aren bisa diolah menjadi berbagai jenis kue, seperti pempek, roti, puding hingga cendol.

Tepung batang yang halus kerap digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai jenis kuliner. Namun selama Ramadan, tepung batang Aren lebih sering digunakan sebagai bahan pembuatan cendol.

Harun, warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mengolah batang Aren menjadi tepung yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan salah satunya cendol -Foto: Henk Widi

Pembuatan cendol yang mudah sekaligus tinggi permintaan, membuat ia mendapat permintaan tepung hingga 5 kuintal pada pekan pertama Ramadan.

Pembuat endol akan kembali memesan, saat tepung yang digunakan habis. Tepung tanpa bahan pengawet yang bisa langsung digunakan menjadi pilihan pembuat kuliner di Lampung Selatan.

“Tepung Aren yang dibuat akan semakin bagus kualitasnya, setelah proses pengeringan langsung digunakan untuk pembuatan beberapa jenis kuliner hidangan berbuka puasa atau takjil,” terang Harun, Sabtu (18/5/2019).

Permintaan cendol sebagai bahan minuman yang meningkat saat Ramadan, diakui Sumiati, pedagang sayur keliling, yang juga menyediakan berbagai jenis bahan pembuatan minuman dan makanan takjil.

Cendol tepung Aren dibeli dari pembuat cendol yang kerap membuat biji mutiara, cendol, kolang kaling, cincau dan rumput laut. Semua bahan tersebut banyak dibeli kaum ibu rumah tangga untuk menu takjil.

Menurut Sumiati, cendol atau cenil dipadukan dengan mutiara yang sama-sama terbuat dari tepung Aren. Ia mengaku hanya menjual cendol yang dibuat dengan standar kesehatan memadai. Salah satunya bahan yang digunakan tidak memakai pengawet serta pewarna harus menggunakan daun pandan.

Sebab, selama ini cendol kerap memiliki warna hijau daun pandan, merah daun suji dan putih asli tepung aren. Sekali berjualan cendol, ia bisa menjual 50 bungkus, yang sebagian dijual di rumahnya.

Pembeli cendol bernama Yatin, menyebut proses pembuatan bahan minuman itu cukup sederhana. Cendol cukup praktis untuk dibuat menjadi minuman saat berbuka puasa.

Membeli cendol dengan harga per bungkus Rp4.000, ia kerap membutuhkan dua bungkus untuk kebutuhan keluarganya. Setelah dibeli, Yatin kerap kembali merebusnya, agar mengembang lebih besar dari ukuran semula.

“Cendol berbahan tepung aren disukai oleh suami dan anak, sebagai minuman segar saat berbuka puasa,” terang Yatin.

Yatin (kiri) membeli cendol tepung batang Aren dari Sumiati (kanan), pedagang keliling yang menyiapkan bahan kuliner untuk berbuka puasa atau takjil -Foto: Henk Widi

Yatin menambahkan, cendol tepung aren jarang dibuat pada hari biasa, sehingga sulit dibeli dari pedagang sayur keliling. Meski dibeli pada pagi hari, cendol sebelum diolah menjadi minuman bisa disimpan di kulkas dan bisa dikombinasikan bersama bahan lain. Proses pembuatannya terbilang mudah. Dengan bahan cendol yang ada, ia tinggal menyiapkan juruh atau kuah.

Sebagai pelengkap minuman cendol, ia menyiapkan juruh atau kuah dari gula aren, yang disisir halus dan dihangatkan bersama air dalam wadah panci, hingga tercampur sempurna.

Selain kuah gula aren, kuah dari santan kelapa bisa dibuat sebagai bahan campuran. Meski kedua jenis bahan pelengkap tersebut kerap digunakan, demi kepraktisan Yatin memilih mengganti dengan sirup.

Selain sirup, susu kental manis bersama dengan campuran lain berupa tapai singkong, kolang kaling, kerap digunakan.

Keistimewaan cendol tepung aren tersebut diakui bisa diaplikasikan dalam beberapa jenis minuman. Selain dibuat hanya sekadar cendol dan campuran gula aren dan santan, cendol bisa menjadi pelengkap minuman es campur.

Bagi anak dan keponakan, ia memilih membuat cendol menjadi minuman dengan campuran sirup ditambah es yang menyegarkan.

“Selama bulan puasa, minuman unik dan menarik sekaligus mendorong anak untuk rajin berpuasa, karena saya beri hadiah menu takjil yang lezat setiap berbuka,”cetus Yatin.

Yatin tidak kuatir akan penggunaan zat pewarna berbahaya pada cendol yang dibeli. Sebab, pembuat cendol merupakan warga satu desa yang mengambil bahan tepung aren dari perajin di kaki Gunung Rajabasa.

Minuman cendol hanya menjadi varian hidangan selama bulan puasa. Selain cendol, ia juga memanfaatkan kelapa muda untuk dibuat menjadi es campur.

Kekenyalan cendol tepung aren juga disukai Andini, salah satu penyuka menu es campur. Cendol disebutnya cocok dikombinasikan dengan es campur yang kerap berbahan buah segar, tapai, roti dan ketan hitam.

Sensasi kenyal pada cendol sekaligus kesegaran, dipadukan bersama es, bisa menjadi menu segar saat berbuka. Cendol tepung aren diakuinya sekaligus memiliki fungsi obat untuk mencegah maag selama menjalankan ibadah puasa.

Lihat juga...